Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda
Konsumen membawa tas belanja produk Supreme di New York, AS, Rabu (25/9/2019). - Bloomberg/Demetrius Freeman\\r\\n
Premium

Cuan ERAA, MAPI, hingga RALS di Balik Larangan Mudik

01 Mei 2021 | 03:04 WIB
Emiten peritel diprediksi akan meraup keuntungan dari periode Ramadan dan Lebaran 2021.

Bisnis.com, JAKARTA — Larangan mudik Lebaran 2021 digadang-gadang justru mendatangkan berkah bagi emiten peritel.

Untuk mengurangi kemungkinan gelombang kedua Covid-19, pemerintah telah memberlakukan larangan mudik yang diperpanjang selama Ramadan 2021 dari 22 April 2021 hingga pasca Lebaran 2021 pada 24 Mei 2021.

Di tengah kondisi itu, beberapa peritel diprediksi mampu mendulang pundi-pundi tambahan pada musim Ramadan dan Lebaran 2021. Salah satu katalis datang dari kebijakan pemerintah yang mewajibkan perusahaan untuk membayar tunjangan hari raya (THR) secara penuh tahun ini.

Data indeks perdagangan ritel periode Februari 2021 yang dirilis oleh Bank Indonesia menunjukkan perbaikan. Indeks penjualan riil (IPR) Februari 2021 tumbuh -2,7 persen month-to-month (mtm) atau membaik dari periode Januari 2021 yang tumbuh -4.3 persen mtm.

Berdasarkan data historis, indeks penjualan ritel pada ramadan dan lebaran menunjukan peningkatan. Kecuali tahun lalu yang terdampak pembatasan akibat pandemi Covid-19.

Oleh karena itu, harapan muncul pada tahun ini untuk kinerja sektor ritel yang lebih baik dibandingkan dengan periode 2020.

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 8 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top