Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda
Logo baru Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) terpasang di Gedung Kementerian BUMN, Jakarta, Kamis (2/7/2020). - ANTARA FOTO/Aprillio Akbar\\r\\n
Premium

Ambisi IPO Erick Thohir dan Landainya Dividen BUMN

30 April 2021 | 14:15 WIB
Kementerian BUMN menyampaikan ada 10-15 perusahaan pelat merah yang akan IPO dalam waktu beberapa tahun ke depan. Ada apa di balik rencana ini?

Bisnis.com, JAKARTA — Kabar rencana go public belasan perusahaan pelat merah secara bertahap dalam beberapa tahun ke depan menjadi angin segar di tengah melandainya kontribusi pemasukan BUMN untuk negara.

Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menyebutkan 80 persen dari dividen BUMN disetor oleh hanya sekitar 10 BUMN. Kemudian, rata-rata realisasi setoran dividen BUMN dalam 10 tahun terakhir hanya 4,5 persen.

"Kita percaya angka itu sebetulnya bisa lebih ditingkatkan. Apalagi, apabila dibandingkan dengan nilai aset BUMN yang dimiliki saat ini," tutur Direktur Jenderal Kekayaan Negara Kemenkeu Rionald Silaban dalam acara IFC Progress Launching, Rabu (28/4/2021).

Dia melanjutkan saat ini, masih banyak BUMN yang masih membutuhkan bantuan pemerintah. Stimulus pun diberikan dalam berbagai bentuk, mulai dari Penyertaan Modal Negara (PMN) sampai bantuan kebijakan.

"Untuk kami di Kemenkeu, pasang surut kinerja BUMN menjadi catatan. Ini jadi alat kami untuk melihat kembali kebijakan yang telah dilakukan dalam pengelolaan BUMN, sehingga harapannya target bisa tercapai," sambung Rionald.

Sementara itu, berdasarkan data yang dihimpun Bisnis, Rabu (28/4/2021), Kementerian BUMN telah berkontribusi memberikan dividen senilai Rp388 triliun sedangkan PNM yang digelontorkan pemerintah senilai Rp148 triliun. Kontribusi dividen BUMN 2011-2020 tersebut lebih besar daripada PNM yang diberikan, yaitu lebih besar 2,5 kali.

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 8 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

BisnisRegional

To top