Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda
Konsumen berjalan di depan gerai Hypermart yang dikelola oleh PT Matahari Putra Prima Tbk. (MPPA) di Karawaci, Banten, Indonesia, Jumat (23/1/2015). - Bloomberg/Dimas Ardian
Premium

Hasrat Gaet Investor ala Pengelola Hypermart, Matahari Putra Prima (MPPA)

29 April 2021 | 18:48 WIB
Saham PT Matahari Putra Prima Tbk. (MPPA) telah disuspensi otoritas bursa sejak pekan lalu, lantaran adanya isu mengenai masuknya investor baru. Siapa investor baru ini dan bagaimana kinerja perusahaan sebenarnya?

Bisnis.com, JAKARTA — Setelah hampir sepekan perdagangan sahamnya disuspensi otoritas bursa, emiten pengelola jaringan ritel Hypermart, PT Matahari Putra Prima Tbk. (MPPA), akhirnya angkat bicara.

“Mengenai investor, sejauh ini informasi yang masuk sudah kami sampaikan. Dan nanti kalau sudah ada kepastian, pasti akan kami beritahukan,” tutur Direktur MPPA Herry Senjaya dalam paparan publik insidentil, Kamis (29/4/2021).

Suspensi yang dilakukan bursa memang tidak lepas dari gerak liar harga saham MPPA akibat spekulasi kedatangan investor besar baru. Spekulasi tersebut salah satunya muncul seiring kehadiran perusahaan bernama PT Pradipa Darpa Bangsa (PDP), yang disinyalir terafiliasi dengan PT Aplikasi Karya Anak Bangsa alias Gojek, dalam daftar pemegang saham perseroan.

Selain itu, rencana MPPA melakukan penambahan saham lewat skema hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) alias rights issue juga ditangkap pasar sebagai sinyal memberi ruang bagi investor baru.

Jika dirunut mundur ke posisi awal April 2021, harga saham MPPA sebelum suspensi yang sebesar Rp860 per saham telah naik 188,59 persen dari nominal Rp298 per saham. Sementara itu, secara tahun berjalan alias year-to-date (ytd), harga saham MPPA telah bergerak menguat 719,04 persen dari posisi awal Rp105 per saham.

Menegaskan pernyataan Herry, Corporate Communication Director MPPA Danny Kojongian juga menyatakan hal sama, bahwa sampai hari ini, belum ada kepastian mengenai investor mana yang punya niatan mendanai perseroan secara besar-besaran.

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 8 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

BisnisRegional

To top