Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda
Karyawan melintas di bawah layar monitor pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Kamis (13/9/2018). - ANTARA - Sigid Kurniawan
Premium

Historia Bisnis : Geger Flu Babi Sampai Pasar Modal RI

28 April 2021 | 20:55 WIB
Kalangan pelaku pasar mencemaskan dampak wabah flu babi yang akan memperpanjang resesi Amerika Serikat.

Bisnis.com, JAKARTA — Wabah flu babi merebak sejak awal 2009 turut berimbas terhadap perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Laporan Koran Bisnis Indonesia edisi 28 April 2009 memotret pergerakan indeks harga saham gabungan (IHSG) yang terus melemah dalam lima sesi terakhir. Kondisi itu sejalan dengan anjloknya nilai transaksi saham dan aksi jual pemodal asing.

Dalam artikel berjudul ‘Transaksi di bursa kian susut’, nilai transaksi harian dilaporkan menciut menjadi Rp2,39 triliun pada 27 April 2009. Posisi itu anjlok 60 persen dari posisi tertinggi periode berjalan kala itu yang mencapai Rp6,4 triliun.

Tidak hanya nilai transaksi yang menciut, aksi jual pemodal asing atau net sell hingga Rp28,89 miliar menambah derita IHSG. Tekanan jual melanda empat sektor saham yakni infrastruktur, aneka industri, perkebunan, dan keuangan.

“Pemodal asing tidak banyak yang keluar dari pasar, tetapi memilih bermain dalam jangka pendek pada saham PT Bumi Resources Tbk. [BUMI],” ujar analis PT Waterfront Securities Indonesia Jemmy Paul dikutip dari Koran Bisnis Indonesia edisi 28 April 2009.

Jemmy menambahkan pemodal asing menggunakan momentum koreksi bursa global dan regional untuk merealisasikan keuntungan alias profit taking. Bursa Dow Futures dilaporkan turun 132 poin meski Dow Jones mampu melenggang ke zona hijau.

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 8 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

BisnisRegional

To top