Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda
Karyawan mengamati pergerakan saham di galeri PT Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Kamis (19/11/2020). - Bisnis/Arief Hermawan P
Premium

Jalan IFC Masuk Adi Sarana Armada (ASSA)

28 April 2021 | 15:40 WIB
International Financial Corporation (IFC) akan menerima pengalihan dan melaksanakan seluruh HMETD yang diterima dari ADI, DAM, Prodjo Sunarjanto Sekar Pantjawati, Theodore Permadi Rachmat, dan Erida.

Bisnis.com, JAKARTA — PT Adi Sarana Armada Tbk. (ASSA) merancang penerbitan obligasi konversi senilai Rp720 miliar dengan skema rights issue untuk refinancing pinjaman dan modal ekspansi. Lima pemegang saham utama perseroan menyatakan akan mengalihkan HMETD kepada International Financial Corporation (IFC).

Dikutip dari prospektus di laman Bursa Efek Indonesia (BEI), Adi Sarana Armada menawarkan sebanyak-banyaknya 600 juta obligasi konversi. Setiap pemegang 453 saham lama yang namanya tercatat dalam daftar pemegang saham (DPS) per 14 Juni 2021 berhak memperoleh 80 hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD).

Adapun, setiap satu HMTED memberikan hak kepada pemegangnya untk membeli sebanyak satu unit obligasi konversi dengan harga pelaksanaan Rp1.200. Dengan demikian, emiten berkode saham ASSA itu akan menerima dana sebanyak-banyaknya Rp720 miliar.

Jumlah saham hasil konversi obligasi konversi sebanyak-banyaknya 600 juta lembar saham baru atau setara dengan 15,01 persen dari total pelaksanaan konversi jika tidak terdapat penyesuaian harga konversi.

Periode perdagangan HMETD akan berlangsung pada 16 Juni — 22 Juni 2021. Pelaksanaan dan pembayaran HMETD dijadwalkan pada 24 Juni 2021.

Konversi dari obligasi menjadi saham dapat dilakukan sejak tanggal emisi hingga sebelum tanggal jatuh tempo obligasi yakni 2 tahun atau pada 25 Juni 2023.

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 8 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

BisnisRegional

To top