Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda
Papan pengawasan khusus bakal dibuat untuk menempatkan saham-saham yang kini diperdagangkan di level gocap atau level terendah. (Bisnis - Nurul Hidayat)
Premium

Mengintip Koleksi Big Caps BlackRock, Vanguard, hingga JP Morgan

26 April 2021 | 16:50 WIB
Perusahaan manajemen aset terbesar di dunia berada di balik saham-saham berkapitalisasi pasar jumbo alias big caps.

Bisnis.com, JAKARTA — Sejumlah perusahaan manajemen aset terbesar di dunia tidak melewatkan momentum lesunya pergerakan IHSG untuk menambah portofolio di saham big caps.

Berdasarkan data Bloomberg, indeks harga saham gabungan (IHSG) menguat 0,63 persen ke level 6.016,86 year to date (ytd) hingga Jumat (23/4/2021). Indeks komposit tidak mampu mempertahankan laju agresif seperti layaknya pada akhir 2020 hingga awal 2021.

Sampai dengan akhir pekan lalu, tercatat sebanyak 320 saham menguat, 305 terkoreksi, dan 98 stagnan. Pergerakan IHSG tertahan oleh koreksi beberapa emiten berkapitalisasi pasar jumbo atau big caps.

Data PT Bursa Efek Indonesia (BEI) menunjukkan saat ini terdapat 10 emiten dengan kapitalisasi terbesar di pasar modal Indonesia. Secara berturut-turut, perusahaan tercatat itu yakni PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA), PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI), PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM), PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI), PT Unilever Indonesia Tbk. (UNVR), PT Astra International Tbk. (ASII), PT Chandra Asri Petrochemical Tbk. (TPIA), PT HM Sampoerna Tbk. (HMSP), PT Elang Mahkota Teknologi Tbk. (EMTK), dan PT Bank Jago Tbk. (ARTO).

Dari daftar itu, terdapat tiga emiten yang masuk ke dalam daftar 10 besar laggards atau pemberat IHSG. Pertama, saham Unilever Indonesia yang terkoreksi 17,35 persen ke level Rp6.075 hingga akhir pekan lalu.

Kedua, saham Bank Central Asia (BCA) yang turun 4,29 persen ke level Rp31.950 untuk periode berjalan 2021. Ketiga, saham produsen otomotif Astra International amblas 6,64 persen ytd menuju Rp5.625 untuk periode berjalan 2020.

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 8 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top