Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda
Pekerja membersihakan lantai di depan patung William Soeryadjaya, pendiri Astra. - Antara / Hafidz Mubarak A
Premium

Historia Bisnis : Ambisi Rini Bawa IPO Anak Usaha Astra (ASII)

26 April 2021 | 20:30 WIB
Menteri BUMN periode 2014 — 2019, Rini M. Soemarno, memiliki beberapa rencana untuk memperbaiki rasio utang dan modal PT Astra International Tbk. (ASII).

Bisnis.com, JAKARTA — Rini M. Soemarno yang tengah menjabat sebagai Direktur Keuangan PT Astra International Tbk. (ASII) pada 1997 urung menempuh aksi penambahan modal dengan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) alias rights issue.

Astra International perlu mengambil langkah untuk memperbaiki rasio utang dan modal. Salah satu usulan yang muncul dari kalangan analis yakni memanfaatkan kenaikan harga saham untuk mengeksekusi rights issue.

Kendati demikian, opsi itu tidak menjadi pilihan Menteri BUMN periode 2014 — 2019, Rini M. Soemarno. Dia memiliki strategi lain yang terungkap dalam pemberitaan Koran Bisnis Indonesia edisi 26 April 1997 di artikel berjudul ‘Astra tidak akan rights issue untuk perbaiki rasio utang’.

Rini menyatakan perseroan tidak akan melakukan rights issue pada 1997. Sebagai gantinya, emiten berkode saham ASII itu lebih memilih memperbaiki rasio utang dan modal melalui pemupukan kas internal.

“Alternatif skenario yang kemungkinan besar paling disukai [untuk mengurangi rasio utang terhadap modal] adalah penurunan secara gradual melalui pemupukan arus kas internal,” ujarnya dikutip dari Koran Bisnis Indonesia edisi 26 April 1997.

Rini mengungkapkan langkah lain yang akan ditempuh yakni melepas saham beberapa anak usahanya ke masyarakat atau initial public offering (IPO).

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 8 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

BisnisRegional

To top