Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda
Perburuan dana di Bursa semakin panas pada paruh kedua 2020. (ANTARA - Puspa Perwitasari)
Premium

Jalan Sritex (SRIL) Keluar dari Badai PKPU

23 April 2021 | 14:00 WIB
Manajemen Sritex menjanjikan kepada investor bahwa saat ini perseroan sedang berupaya keras mencari jalan keluar.

Bisnis.com, JAKARTA — Badai permohonan penundaan kewajiban pembayaran utang (PKPU) menjerat perusahaan tekstil raksasa PT Sri Rejeki Isman Tbk. (SRIL) alias Sritex.

Hingga Jumat (23/4/2021), Sritex berikut lima anak usahanya yakni PT Rayon Utama Makmur (RUM), PT Sinar Pantja Djaja, PT Bitratex Industries, PT Primayudha Mandirijaya dan PT Senang Kharisma Textil digugat empat pihak di Pengadilan Negeri (PN) Semarang.

Keempat pihak penggugat masing-masing adalah PT Swadaya Graha, CV Prima Karya, Bank QNB Indonesia, dan PT Indo Bahari Ekspress.

Kabar tersebut turut menghantam pergerakan harga saham SRIL di lantai Bursa Efek Indonesia (BEI). Pada sesi pertama perdagangan saham Jumat (23/4), saham SRIL amblas 6,75 persen menuju level auto rejection bawah (ARB) dengan harga Rp152 per saham.

Posisi itu menjadi yang terendah sejak bergulirnya kalender 2021. Secara tahun berjalan (year to date/ytd), saham SRIL telah terjun 43,7 persen dari posisi harga awal Rp270 per saham.

Secara kinerja, sepintas SRIL memang tidak punya kendala berarti. Sejak melantai di bursa pada 2013, perusahaan belum pernah merugi serta terbilang konsisten mencetak pertumbuhan kinerja keuangan.

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 8 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

BisnisRegional

To top