Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda
Ilustrasi sektor properti. Sektor properti harus menghadapi tekanan dari lesunya penjualan dan tingginya beban utang. Terbatasnya kas pun akhirnya menjadi pemicu penurunan peringkat seperti yang dialami PT Modernland Realty Tbk. (MDLN) dengan peringkat sampah dan utangnya yang berlimpah. Bisnis - Eusebio Chrysnamurti
Premium

Guyuran Insentif Manjur, Emiten Properti Mana Layak Koleksi?

23 April 2021 | 07:30 WIB
Emiten properti dengan fokus residensial mulai merasakan dampak dari insentif yang diberikan terhadap sektor tersebut.

Bisnis.com, JAKARTA — Sejumlah emiten properti mampu membukukan pertumbuhan marketing sales dua digit pada kuartal I/2021. Emiten mana yang masih menarik dikoleksi?

Pemerintah telah menggelontorkan stimulus untuk menggairahkan pasar properti nasional. Salah satunya lewat kebijakan diskon pajak.

Pemerintah memberikan insentif berupa diskon pajak melalui fasilitas pajak pertambahan nilai (PPN) Ditanggung Pemerintah (DTP). Insentif tersebut diberikan untuk penjualan rumah tapak atau unit hunian rumah susun selama enam bulan, terhitung mulai Maret 2021.

Pemerintah berharap, diskon PPN untuk sektor properti selama 6 bulan tersebut dapat mendorong pemulihan industri properti nasional. Adapun, mekanisme pemberian insentif menggunakan PPN yang ditanggung pemerintah (DTP) dengan besaran 100 persen dari pajak yang terutang atas penyerahan rumah tapak atau rumah susun dengan harga jual paling tinggi Rp2 miliar. 

Selanjutnya, ada pula pemberian insentif 50 persen dari PPN terutang atas penyerahan rumah tapak atau rumah susun, dengan harga jual di atas Rp2 miliar sampai dengan Rp5 miliar.  Insentif terbaru ini makin melengkapi banjir stimulus bagi sektor properti nasional di tengah pandemi Covid-19.

Bank Indonesia juga telah menetapkan loan to value (LTV) dan financing to value (FTV) sebesar 100 persen untuk kredit properti. Dengan demikian, konsumen kini tidak perlu membayar uang muka terhitung mulai 1 Maret 2021 karena akan ditanggung oleh perbankan.

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 8 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

BisnisRegional

To top