Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda
investasi
Premium

BlackRock Serok Saham Big Caps, Siapa Masuk Keranjang?

22 April 2021 | 06:01 WIB
BlackRock justru menambah kepemilikannya di saham-saham berkapitalisasi pasar jumbo atau big caps kala IHSG tengah loyo.

Bisnis.com, JAKARTA – Pergerakan indeks harga saham gabungan (IHSG) yang cenderung datar sepanjang kuartal I/2021 tidak menghalangi perusahaan manajemen aset terbesar dunia, BlackRock, untuk menambah kepemilikan saham emiten big caps Indonesia.

IHSG tidak mampu unjuk gigi sepanjang kuartal I/2021. Indeks komposit hanya mampu parkir di level 5.985,52 atau tidak beranjak jauh dari posisi 5.979,07 akhir 2020.

Padahal, IHSG sempat melaju agresif pada awal 2021 hingga menyentuh level 6.429,75 pertengahan Januari 2021. Sayangnya, indeks tersungkur hingga ke level 5.862,35 akhir Januari 2021.

Pasar saham Indonesia berangsur-angsur bangkit pada Februari hingga akhirnya stabil bergerak di 6.200 – 6.300 pada awal Maret 2021. Namun, badai kembali menghantam IHSG hingga harus terhempas lagi ke level psikologis 6.000 sesi-sesi akhir kuartal I/2021.

Momentum pergerakan IHSG yang cenderung datar justru dimanfaatkan oleh BlackRock untuk menambah kepemilikan sahamnya di emiten berkapitalisasi pasar jumbo atau big caps sepanjang kuartal I/2021.

Dilansir dari laman Statista, BlackRock menjadi perusahaan manajemen aset terbesar di dunia dengan aset kelolaan gabungan senilai US$7,43 triliun pada akhir 2019. BlackRock mampu melewati nama besar lain seperti Vanguard Group dan J.P. Morgan Chase.

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 8 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

BisnisRegional

To top