Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda
Pit Blambangan PT Archi Indonesia.  - rajawali.com
Premium

Jalan Panjang Rencana IPO Anak Usaha Rajawali (Archi)

21 April 2021 | 17:30 WIB
Produsen emas batangan Lotus Archi yakni PT Archi Indonesia harus melalui proses panjang untuk melakukan aksi penawaran umum perdana (IPO) di lantai bursa.

Bisnis.com, JAKARTA – Entitas usaha Rajawali Group di bidang pertambangan emas, PT Archi Indonesia menunda penawaran umum perdana atau initial public offering (IPO) senilai US$500 juta. Hal itu dilakukan menyusul melemahnya harga emas global.

Adapun, apabila mengacu pada laman Rajawali Group, Archi mengoperasikan tambang emas dan perak di Sulawesi Utara yang dikenal sebagai Toka Tindung. Tambang tersebut memiliki sekitar 3,5 juta ons ekuivalen emas dalam sumber daya mineral dan 2 juta ons dalam cadangan bijih per Juni 2016.

Salah satu entitas usaha milik konglomerat Peter Sondakh tersebut memiliki 100 persen saham di proyek tambang emas dan perak Toka Tindung di Sulawesi Utara.

Sementara itu, hak penambangan Proyek Toka Tindung tersebut diperoleh melalui kontrak karya (KK) dua entitas usaha Archi, yaitu PT Meares Soputan Mining dan PT Tambang Tondano Nusajaya. Kedua KK tersebut memiliki total sekitar 40.000 hektare yang berlaku hingga 2041, dengan kemungkinan perpanjangan jangka waktu 2 x 10 tahun.

Mengutip Bloomberg, Rabu (21//4/2021) produsen emas batangan Lotus Archi itu akan menunda aksi IPO yang digadang-gadang akan menggalang dana jumbo mencapai US$500 juta atau setara Rp7,25 triliun dengan asumsi kurs Jisdor Selasa (20/4/2021) Rp14.508 per dolar AS, karena kondisi market.

Semula, hasil dana IPO itu disebutkan akan digunakan untuk membayar kembali pinjaman yang ada. Credit Suisse akan bertindak sebagai joint lead manager atas aksi itu.

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 8 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

BisnisRegional

To top