Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda
Pelanggan menunggu pelayanan di gerai Smartfren, Serpong, Tangerang Selatan, Sabtu (5/1/2019). - Bisnis/Endang Muchtar
Premium

Kuda-kuda Smartfren (FREN) Hadapi Utang dan Merger Kompetitor

14 April 2021 | 21:08 WIB
Tekanan yang dihadapi PT Smartfren Telecom Tbk. (FREN) kian bertambah. Di tengah kinerja yang belum membaik, persaingan yang makin ketat dengan berbagai rencana konsolidasi para kompetitornya menjadi tantangan yang harus dihadapi.

Bisnis.com, JAKARTA — Awal pekan ini, dominasi Grup Sinar Mas dalam struktur pemegang saham PT Smartfren Telecom Tbk. (FREN) makin menebal.

Saham yang dimiliki PT Dian Swastatika Sentosa Tbk. (DSSA), kepanjangan tangan Grup Sinar Mas, bertambah porsi dari 12 persen menjadi sekitar 20 persen. Penambahan terjadi seiring adanya konversi utang menjadi saham lewat hak memesan efek terlebih dahulu hasil pelaksanaan Obligasi Wajib Konversi (OWK).

DSSA memang berstatus pemegang terbesar OWK II dan III FREN yang disetujui pemegang saham sejak 2014 dan 2017, serta dieksekusi pada 2019 dan 2020. Selain DSSA dan perusahaan-perusahaan Grup Sinar Mas lain, OWK tersebut juga melibatkan Bouquete Group SA, Cascade Gold, serta publik.

Dengan adanya konversi terakhir, secara akumulasi, FREN telah menukar OWK II dan III sebanyak 73 miliar saham dari total 8 miliar saham yang dicanangkan, atau setara 91,25 persen keseluruhan OWK.

“Masing-masing saham bernilai nominal Rp100 pada harga pelaksanaan Rp100 per saham,” tulis manajemen perusahaan pengelola operator Smartfren tersebut dalam keterbukaan informasi, Selasa (13/4/2021).

Penerbitan obligasi memang jadi senjata pamungkas Smartfren untuk memenuhi kebutuhan operasional dan ekspansi. Selain dalam bentuk OWK, perusahaan juga rutin menerbitkan berbagai macam obligasi global sejak 2007.

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 8 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

BisnisRegional

To top