Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda
Karyawati menunjukan uang Rupiah dan dolar AS di salah satu gerai penukaran mata uang asing di Jakarta, Minggu (7/6/2020). - Bisnis/Arief Hermawan P
Premium

Emiten Orang Terkaya RI Mengalap Siklus Super

09 April 2021 | 09:40 WIB
Komoditas yang harganya naik dalam periode supercycle atau siklus tersebut, yakni minyak bumi, gas alam cair (liquefied natural gas/LNG), bijih besi, dan tembaga.

Bisnis.com, JAKARTA — Siklus kenaikan harga komoditas di tengah ekspektasi pemulihan ekonomi berpotensi membawa angin segar bagi emiten milik konglomerat Indonesia yang bergerak di sektor tersebut.

Menurut Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi, Indonesia akan memasuki periode supercycle atau siklus super. Periode tersebut ditandai oleh kenaikan signifikan sejumlah komoditas yang diakibatkan oleh pertumbuhan ekonomi baru dari permintaan yang terjadi pada masa pandemi dan setelah pandemi.

Beberapa komoditas yang harganya naik dalam periode supercycle tersebut, yakni minyak bumi, gas alam cair (liquefied natural gas/LNG), bijih besi, dan tembaga.

Berdasarkan data Bloomberg, harga minyak WTI dan Brent kompak menguat sepanjang tahun berjalan 2021. Hingga Kamis (8/4) pukul 17.25 WIB, minyak WTI berada di level US$59,35 per barel, naik 22,32 persen secara year-to-date (ytd).

Sementara itu, aluminium, tembaga, dan bijih besi menjadi komoditas mineral tambang yang harganya melejit pada tahun ini. Sepanjang tahun berjalan 2021, harga tembaga naik 14,8 persen ke level US$8.915,5 per ton dan nikel yang sedang menjadi primadona hanya naik tipis 0,14 persen ytd ke level US$16.636 per ton.

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 8 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

BisnisRegional

To top