Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda
Pilot dan kru pesawat memberi penghormatan terakhir kepada pesawat Garuda Boeing 747-400 di Hanggar 4 GMF Aero Asia, Tangerang, Banten, Senin (9/10). PT Garuda Indonesia secara resmi mempensiunkan pesawat Boeing 747-400 terakirnya setelah beroprasi selama 23 tahun sejak 1994. Pelepasan pesawat ini juga menandai berakhirnya operasional penerbangan haji tahun 2017. JIBI/Bisnis - Felix Jody Kinarwan
Premium

Saham GIAA, Antara Larangan Mudik & Izin Haji Terbatas

09 April 2021 | 22:23 WIB
Skenario peserta haji tahun ini, yang biasanya sebagian besar diangkut Garuda Indonesia, kemungkinan akan ada pada kisaran 11.050 hingga 66.300 jemaat.

Bisnis.com, JAKARTA — Keputusan pemerintah memberlakukan larangan mudik lebaran 2021 memukul jantung emiten transportasi. Tidak hanya angkutan darat yang diberlakukan penyekatan, angkutan udara juga diizinkan dengan sangat terbatas.  

Kondisi yang diyakini memukul kinerja sejumlah emiten transportasi semakin dalam, termasuk maskapai pelat merah PT Garuda Indonesia Persero Tbk. (GIAA).

Sebenarnya, GIAA masih mendapat izin terbang selama larangan yang berlaku pada 6-17 Mei 2021 tersebut diberlakukan pemerintah. Hanya saja, kegiatan yang dibolehkan cuma penerbangan yang menyangkut kepentingan pimpinan lembaga negeri, tamu kenegaraan, operasional kedutaan besar, konsulat jenderal dan konsulat asing serta perwakilan organisasi internasional.

Atas kepastian kebijakan larangan perjalanan dalam rangka silaturahmi Ramadan dan Idul Fitri itu, GIAA sendiri telah membuka opsi mulai menurunkan frekuensi secara bertahap sampai puncak larangan perjalanan mudik dijalankan sepenuhnya.

“Kami sedang mempertimbangkan pengurangan frekuensi, selain masih tetap mengedepankan segmen kargo sebagai fokus utama,” tutur Direktur Utama GIAA Irfan Setiaputra saat dikonfirmasi, Jumat (9/4/2021).

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 8 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

BisnisRegional

To top