Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda
Pengunjung melihat papan elektronik yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (3/8/2020). - Bisnis/Eusebio Chrysnamurti
Premium

Gaduh Private Placement Ritel vs Kakap, Siapa Diuntungkan?

08 April 2021 | 12:30 WIB
Semarak penggalangan dana emiten melalui skema private placement mendapat sorotan para pelaku pasar. Apakah benar aksi korporasi itu hanya menguntungkan pemodal besar?

Bisnis.com, JAKARTA — Penggalangan dana di pasar modal melalui penambahan modal tanpa hak memesan efek terlebih dahulu alias private placement yang semestinya menjadi alternatif emiten mendapat suntikan modal segar justru mendapat kritikan pedas.

Kritik dilayangkan oleh Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 1991 — 1997, Hasan Zein Mahmud, melalui sebuah tulisan yang diunggah di platform digital awal pekan lalu, Senin (5/4/2021).

Dalam tulisan itu, Hasan mengaku sedih dan geram melihat praktik private placement yang dilakukan dengan harga di bawah harga pasar. Beberapa contoh yang disebutnya yakni penambahan modal yang dilakukan oleh PT Elang Mahkota Teknologi Tbk. (EMTK) dan PT Global Mediacom Tbk. (BMTR).

“Yang saya ingat, Agustus tahun saya bicara hal serupa ketika BMTR melakukan private placement. Lalu EMTK yang baru saja,” ujarnya kepada Bisnis, Rabu (7/4/2021).

Hasan menilai praktik private placement dengan harga di bawah pasar menunjukkan absennya fairness di pasar modal Indonesia.

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 8 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

BisnisRegional

To top