Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda
Kantor PT Kalbe Farma Tbk. - kalbe.co.id
Premium

Historia Bisnis : Kisruh Transaksi Hedging Kalbe Farma dan JP Morgan

02 April 2021 | 17:51 WIB
PT Kalbe Farma Tbk. (KLBF) rupanya pernah tersangkut gugatan wanprestasi senilai US$19,1 juta. Bagaimana akhirnya?

Bisnis.com, JAKARTA — Pengadilan Negeri Jakarta Pusat menggelar sidang perdana relitigasi putusan pengadilan Inggris yang diajukan JP Morgan Chase Bank, NA, terhadap PT Kalbe Farma Tbk., Rabu (1/4/2009). Sidang tersebut menetapkan hakim mediator yang akan mengawasi jalannya mediasi para pihak dalam perkara wanprestasi itu.

Hal ini ditayangkan dalam berita berjudul "JP Morgan jalani proses mediasi" di harian Bisnis Indonesia edisi 2 April 2009, atau tepat 12 tahun lalu. Disebutkan bahwa hakim yang menjadi mediator adalah Elly Martani dan proses mediasi dijadwalkan berlangsung hingga 1 Juni 2009. 

Salah satu kuasa hukum JP Morgan, Stevanus Haryanto, mengatakan pihaknya menyerahkan sepenuhnya putusan mengenai mediator yang ditunjuk kepada pengadilan. Sementara itu, pihak Kalbe Farma menyatakan sebenarnya tetap enggan bermediasi.

"Kami sebenarnya tidak mau bermeditasi, tetapi karena mengikuti hukum acara, jadi untuk mediatornya kami menyerahkan ke pengadilan," ujar salah satu hukum Kalbe Farma, Hotman Paris Hutapea dalam persidangan tersebut.

Kuasa hukum emiten farmasi berkode saham KLBF itu, Marx Andryan, menilai mediasi yang berlangsung selama 40 hari itu akan sia-sia. Pasalnya, kliennya merasa tak memiliki kewajiban pada JP Morgan, seprti yang dituduhkan oleh lembaga finansial internasional tersebut.

Dia bahkan menyarankan majelis hakim untuk mempercepat jangka waktu mediasi. Pasalnya, Marx memandang mediasi bisa dilakukan selaras dengan berlangsungnya proses pemeriksaan perkara di pengadilan. 

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 8 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top