Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda
CEO Tesla Inc. Elon Musk berbicara dalam acara Tesla China-Made Model 3 Delivery Ceremony di Gigafactory milik perusahaan tersebut di Shanghai, China, Selasa (7/1/2020). - Bloomberg/Qilai Shen
Premium

Senewen Elon Musk saat Laju Tesla Mulai Diadang China

24 Maret 2021 | 13:18 WIB
Hubungan AS-China yang masih belum membaik berdampak buruk terhadap laju Tesla di Negeri Panda. Elon Musk pun harus bekerja ekstra keras untuk meyakinkan Beijing.

Bisnis.com, JAKARTA — Elon Musk mulai panik. Semua jurus pembelaan coba dia peragakan untuk meyakinkan Pemerintah China bahwa perusahaan mobil listriknya, Tesla Inc., tidak datang ke Negeri Panda sebagai mata-mata Gedung Putih.

“Ada motivasi kuat dalam diri kami untuk merahasiakan segala informasi [konsumen]. Jika kelak Tesla terbukti menggunakan mobil untuk aktivitas mata-mata di China atau negara mana saja, kami siap tutup,” tutur Musk tatkala jadi pembicara di China Development Forum, Minggu (21/3/2021).

Beberapa jam sebelum kalimat tersebut terlontar dari mulut Musk, Tesla memang tengah jadi sorotan seiring terbitnya berita dari jejaring media internasional yang menyebut bahwa kendaraan listrik mereka mulai dilarang penggunaannya di kompleks-kompleks perumahan militer China. Beijing disebut-sebut menaruh curiga pada perangkat teknologi kamera yang terpasang dalam mobil keluaran Tesla.

Larangan ini sebenarnya bukan hanya berlaku untuk Tesla, tetapi semua perusahaan kendaraan dari AS. Namun, melihat pangsa pasar yang ada, Tesla jelas menjadi yang dirugikan.

Jika mengacu laman resmi Tesla, saat ini, perusahaan tersebut memiliki dua model yang dilengkapi perangkat kamera di dalam kabin, yakni Model 3 dan Model Y. Kamera pintar di kedua mobil ini tepatnya terletak di dekat cermin atas yang biasa dipakai pengemudi untuk melihat kondisi di belakangnya alias spion.

Tesla menyebut kamera pintar ini dipasang agar perusahaan bisa mendapat masukan untuk menyempurnakan produknya apabila hal-hal buruk terjadi. Namun, mereka juga menggarisbawahi bahwa pengguna bebas mematikan kamera tersebut apabila mereka tidak nyaman aktivitas mereka terekam.

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 8 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

BisnisRegional

To top