Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda
Karyawan beraktivitas di dekat layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (8/9/2020). - Bisnis/Himawan L Nugraha
Premium

Menilik Kinerja Emiten Emas di Tengah Tren Penurunan Harga

23 Maret 2021 | 19:38 WIB
Harga emas turun lebih dari 8 persen tahun ini, lalu siapa saja emiten yang tergolong tahan goncangan dan begitu pula yang terpuruk cukup dalam.

Bisnis.com, JAKARTA – Kilau emas kian meredup di tengah kekhawatiran kenaikan imbal hasil obligasi Amerika Serikat berlanjut. Adapun penurunan harga emas tersebut terjadi setelah logam mulia membukukan kenaikan selama dua minggu.

Sekadar catatan, harga emas turun lebih dari 8 persen tahun ini di tengah tekanan dari kenaikan suku bunga obligasi AS, sehingga komoditas itu menjadi tak lagi menarik di mata investor. 

Menurut analis TD Securities yang dipimpin oleh Bart Melek, kenaikan emas selama dua minggu terakhir tidak cukup untuk memacu pelaku pasar untuk menghentikan ekspektasi mereka terhadap penurunan harga komoditas itu.

"Ini menunjukan investor terus menjual emas karena kenaikan imbal hasil obligasi Amerika Serikat, sehingga menambah tekanan kepada komoditas safe haven itu," katanya seperti dikutip Bloomberg Selasa (23/3/2021).

Sementara itu, emas berjangka kontrak April 2021 di bursa komoditas Comex melemah 0,15 persen atau 2,6 poin ke level US$1.737,80 per troy ounce pada Selasa (23/3/2021). Sementara itu, harga emas di pasar spot terpantau melemah 0,25 persen atau 4,27 poin ke level US$1.734,36 per troy ounce.

Di sisi lain, penurunan harga emas tersebut berkorelasi dengan kinerja emiten produsen tersebut. Harga sejumlah saham emiten emas tercatat anjlok dalam sebulan terakhir. Bahkan dalam kurun waktu 30 hari terakhir, harga saham gabungan emiten produsen emas sudah ambles 23 persen.

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 8 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

BisnisRegional

To top