Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda
Alat berat membersihkan area penimbunan batu bara. -  Bloomberg / Nicolo Filippo Rosso
Premium

Adu Royal Kucuran Belanja Modal Emiten Batu Bara

22 Maret 2021 | 05:45 WIB
Emiten produsen batu bara lebih percaya diri untuk ekspansi pada 2021. Perkembangan vaksinasi menjadi salah satu pertimbangan.

Bisnis.com, JAKARTA — Sejumlah emiten pertambangan batu bara tampak mulai lebih percaya diri dengan mematok belanja modal lebih agresif pada 2021, yang didorong kenaikan harga komoditas dan prospek permintaan.

Berdasarkan data yang dihimpun Bisnis, hampir seluruh emiten sektor ini mengalokasikan belanja modal atau capital expenditure (capex) 2021 jauh lebih tinggi dibandingkan dengan panduan dan realisasi 2020. Rata-rata kenaikannya pun doubel digit di kisaran 20 persen—40 persen.

Bahkan, PT Bayan Resources Tbk. (BYAN) mengalami kenaikan capex hingga sekitar 100 persen menjadi di kisaran US$170 juta—US$190 juta dibandingkan dengan panduan 2020 sebesar US$75 juta—US$90 juta.

Selain itu, PT United Tractors Tbk. (UNTR) mematok capex tahun ini US$290 juta, lebih tinggi daripada 2020 sebesar US$230 juta—US$250 juta. Adapun, capex yang terserap tahun lalu hanya US$190.

Sekretaris Perusahaan PT Bukit Asam Tbk. (PTBA) Apollonius Andwie C. mengatakan perseroan mematok capex 2021 lebih tinggi daripada 2020, yaitu Rp3,84 triliun dari panduan sebelumnya Rp2,77 triliun.

Hal itu ditujukan untuk merealisasikan rencana ekspansi bisnis guna memacu kinerja perseroan setelah pada tahun lalu cenderung defensif. Realisasi capex 2020 hanya Rp1,33 triliun, utamanya untuk pembangunan PLTU Sumsel-8 sebagai setoran modal Rp515 miliar.

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 8 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

BisnisRegional

To top