Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda
Pekerja melakukan proses pemurnian dari nikel menjadi feronikel di fasilitas pengolahan dan pemurnian (smelter) Pomalaa milik PT Aneka Tambang (ANTAM) Tbk, di Kolaka, Sulawesi Tenggara, Selasa (8/5/2018). - JIBI/Nurul Hidayat
Premium

Nikel Dihajar Sentimen Tsingshan dan Rusia, Prospek Harga Masih Menarik?

18 Maret 2021 | 17:36 WIB
Harga nikel global melanjutkan penurunannya pada pekan ini. Sejumlah faktor yang menyebabkan penurunan itu di antaranya datang dari China dan Rusia.

Bisnis.com, JAKARTA – Harga nikel mencatatkan penurunan harian terbesar dalam lebih dari empat tahun terakhir. Hal itu terjadi seiring dengan kemajuan perbaikan pada salah satu tambang terbesar di dunia Nornickel asal Rusia.

Harga komoditas nikel masih dalam tren penurunan. Harga nikel di bursa London Metal Exchange (LME) pada Kamis (18/3/2021) untuk kontrak pengiriman tiga bulan berada di level US$16.047 per ton. Level harga nikel saat ini makin jauh dari harga pada awal perdagangan bulan Maret 2021, yang mencapai level US$18.682 per ton.

Salah satu faktor koreksi harga nikel adalah proses perbaikan pada salah satu tambang milik perusahaan asal Rusia MMC Norilsk Nickel PJSC atau Nornickel. Sebelumnya, produksi nikel dari tambang perusahaan di Oktyabrsky dan Taimyrsky pada wilayah Arktik terpaksa dihentikan.

Tak hanya itu, perusahaan nikel dari China, Tsingshan Holding Group juga dikabarkan berencana menggenjot produksi untuk menyuplai industri baterai.

PT Tsingshan Steel Indonesia di Morowali menggunakan proses peleburan blast furnace yang matang, dengan karakteristik biaya yang rendah, hasil produksi yang tinggi, teknologi yang matang, dan risiko teknik rendah. /imip.co.di

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 8 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top