Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda
Pekerja melintasi papan elektronik yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (1/2/2021). Bisnis - Eusebio Chrysnamurti
Premium

Dobel Sentimen dari BI dan The Fed, Besok IHSG dan Rupiah Siap Lanjut Ngegas?

18 Maret 2021 | 19:15 WIB
Langkah Bank Indonesia mempertahankan BI7DRR dan sikap dovish The Fed diperkirakan memberikan bekal bagi IHSG dan rupiah untuk lanjut bergerak ke level positif.

Bisnis.com, JAKARTA – Langkah Bank Indonesia mempertahankan suku bunga dinilai menjadi keputusan paling bijak guna menjaga tekanan rupiah.

Seperti diketahui, dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia pada 17-18 Maret 2021, otoritas moneter tersebut memutuskan mempertahankan BI 7-Day Reverse Repo Rate (BI7DRR) sebesar 3,50 persen.

Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan keputusan tersebut sejalan dengan perlunya untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah dari meningkatnya ketidakpastian pasar keuangan global. Langkah itu juga diperlukan untuk menjaga rupiah dari tekanan lain berupa prakiraan inflasi yang masih rendah.

Adapun, sejak awal tahun lalu, BI sudah memangkas suku bunga acuan sebanyak 150 bps. Saat ini, suku bunga acuan Bank Indonesia pun berada di titik terendah sepanjang sejarah Indonesia.

Sementara itu, pada perdagangan Kamis (18/3/2021), rupiah ditutup menguat 17 poin setelah BI mengumumkan keputusannya. Sebelumnya, di sesi pertama perdagangan hari ini, rupiah sempat melemah 40 poin di level Rp 14.410 dari penutupan Rabu (17/3/2021) yang berada di level Rp14.427. 

Analis Mirae Asset Sekuritas Anthony Kevin menilai, langkah BI menahan BI7DRR merupakan langkah aman dari BI dalam menjaga agar tekanan jual pada rupiah terkendali.

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 8 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top