Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda
Bank BCA - Dok. Annual Report 2002
Premium

Historia Bisnis : Jalan Berliku Djarum Genggam Saham BCA (BBCA)

16 Maret 2021 | 13:15 WIB
Divestasi 51 persen saham pemerintah di PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) mendapat penolakan dari Serikat Pekerja perseroan.

Bisnis.com, JAKARTA — Transisi kepemilikan saham PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) dari pemerintah kepada Konsorsium Farallon Capital harus melewati sejumlah rintangan.

Krisis moneter yang terjadi di Indonesia 1997 — 1998 membuat Bank Central Asia (BCA) harus mengalami bank rush. Akibatnya, emiten berkode saham BBCA itu menjadi bank take over yang disertakan dalam program rekapitalisasi dan restrukturisasi yang dilaksanakan oleh Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN) pada 1998.

Setahun kemudian, proses rekapitalisasi BCA rampung. Pemerintah Indonesia melalui BPPN mengempit 92,8 persen saham BCA sebagai hasil pertukaran dengan Bantuan Likuiditas Bank Indonesia.

Dalam proses rekapitalisasi, kredit pihak terkait ditukarkan dengan Obligasi Pemerintah. BPPN akhirnya melakukan divestasi 22,5 persen dari seluruh saham BCA melalui penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO) pada 2000.

Selanjutnya, penawaran publik kedua kembali sebanyak 10 persen dari total saham BCA dilakukan pada 2001. Dengan demikian, kepemilikan BPPN atas BCA berkurang menjadi 60,3 persen.

Proses divestasi kepemilikan pemerintah di BCA terus berlangsung. Setahun kemudian atau tepatnya pada 14 Maret 2002, Menneg BUMN saat itu Laksamana Sukardi mengumumkan Konsorsium Farallon Capital sebagai pemenang tender atas 51 persen saham BCA dengan harga Rp1.775 per lembar.

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 8 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

BisnisRegional

To top