Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda
Presiden Soeharto didamping Preskom PT Astra International Mohamad Bob Hasan meninjau ruang pamer di Gedung Pusat Pengembangan Manajemen Astra selepas peresmian 11 Maret 1997. - Dok.Bisnis Indonesia
Premium

Historia Bisnis : Pak Harto Minta BUMN Tidak Membuat Pacul

12 Maret 2021 | 11:00 WIB
Presiden Soeharto meminta BUMN agar menyerahkan bisnis berskala kecil kepada pengusaha kecil.

Bisnis.com, JAKARTA — Presiden Soeharto mengungkapkan kegelisahannya terhadap badan usaha milik negara (BUMN) yang ikut masuk ke dalam bisnis berskala kecil seperti pembuatan pacul.

Pak Harto memberikan pandangannya terkait bisnis berskala kecil yang dijalankan oleh BUMN di dalam temu wicara dengan mitra binaan PT Astra International Tbk. (ASII) pada 11 Maret 1997. Dia juga meresmikan gedung Pusat Pengembangan manajemen Astra, forum pemasaran bersama, serta program pembinaan manajemen perdana bagi usaha kecil, menengah, dan koperasi.

Agenda itu turut dihadiri oleh Mensesneg Moerdiono, Menkop dan PPK Subiakto Tjakrawerdaya, Meneg PPN/Ketua Bappenas Ginandjar Kartasasmita, Meneg Kependudukan/Kepala BKKBN Haryono Suyono, Presiden Komisaris Astra Mohamad ‘Bob’ Hasan, Prajogo Pangestu, Usma Atmadjaja selaku Komisaris, Prajogo Pangestu selaku Komisaris, dan Anthony Salim selaku Komisaris.

Peristiwa itu terekam dalam Koran Bisnis Indonesia edisi 12 Maret 1997 di artikel berjudul ‘BUMN perlu lepas bisnis skala kecil’. Soeharto mengatakan BUMN selaku badan usaha boleh-boleh saja memasuki pasar produk apapun yang dinilai menguntungkan.

“Tapi saya kira cukup beralasan jika BUMN seperti Boma Bisma Indra lebih mengkhusukan diri pada pembuatan komponen mesin dan tidak membuat pacul. Seandainya membuat pacul, hanya membuat bahan saja sedang pembuatannya diserahkan kepada usaha kecil,” jelasnya dikutip dari Koran Bisnis Indonesia edisi 12 September 1997.

Berdasarkan catatan Bisnis, Boma Bisma Indra merupakan satu dari 10 BUMN di lingkungan badan pengelola industri strategis (BPIS). Perseroan pelat merah itu memproduksi antara lain permesinan seperti mesin disel, kondensor, dan mesin pertanian.

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 8 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top