Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda
Pekerja memanen kelapa sawit di Desa Rangkasbitung Timur, Lebak, Banten, Selasa (22/9/2020). ANTARA FOTO - Muhammad Bagus Khoirunas
Premium

Kabar Gembira dari Swiss dan Melimpahnya Laba Emiten CPO

09 Maret 2021 | 09:03 WIB
Melimpahnya laba sejumlah produsen minyak kelapa sawit mentah (CPO) sejak tahun lalu, berpeluang berlanjut setelah mendapatkan tambahan sokongan lewat sentimen positif dari pasar ekspor di Swiss.

Bisnis.com, JAKARTA – Produsen minyak kelapa sawit mentah alias crude palm oil (CPO), nampaknya patut memperpanjang napas lega, yang berembus setidaknya sejak tahun lalu.

Bagaimana tidak, setelah beberapa tahun ‘bergulat’ guna mendapatkan restu mengekspor CPO dengan harga istimewa ke negara di Eropa, akhirnya secercah harapan muncul. Adapun, harapan itu berkembang lantaran kampanye hitam CPO banyak merebak di negara-negara Eropa.

Dalam hal ini, ekspor CPO Indonesia ke Swiss dipastikan bakal aman setelah warga negara tersebut memberi lampu hijau terhadap kesepakatan perdagangan bebas antara kedua negara melalui sebuah referendum pada Minggu (7/3/2021) waktu Swiss.

Mengutip Swissinfo.ch, hasil pemungutan suara menunjukkan 51,6 persen penduduk Swiss sepakat untuk keberlanjutan Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif (CEPA) antara Indonesia-The European Free Trade Area (EFTA), sebuah blok dagang beranggotakan Islandia, Liechtenstein, Norwegia, dan Swiss.

Kemenangan tipis didukung oleh suara dari daerah rumah perusahaan-perusahaan berbasis komoditas pertanian seperti Jenewa dan Vaud yang merupakan rumah dari perusahaan multinasional Nestlé.

Lewat kemitraan ini, ekspor Swiss seperti keju, produk farmasi, dan jam bakal dibebaskan dari bea masuk ke Indonesia. Begitu pula ekspor produk pertanian RI seperti minyak sawit yang akan menikmati pemangkasan tarif masuk.

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 8 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

BisnisRegional

To top