Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda
Tambang emas Martabe di Batang Toru, Sumatra Utara, Rabu (13/2/2013). - Bloomberg/Dadang Tri
Premium

Prospek Saham ANTM, UNTR, & MDKA saat Harga Emas Terus Meredup

09 Maret 2021 | 12:30 WIB
Sentimen negatif dari kenaikan imbal hasil US Treasury hingga beralihnya investor ke aset digital membayangi harga emas. Bagaimana nasib emiten produsen emas?

Bisnis.com, JAKARTA— Emiten produsen emas dengan lini bisnis terdiversifikasi menjadi pilihan para analis di tengah redupnya harga logam mulia.

Berdasarkan data Bloomberg pada Senin (8/3/2021), harga emas di pasar Spot sempat menguat hingga 0,5 persen ke level US$1.709,53 per troy ounce. Sementara itu, harga emas Comex sempat naik hingga 0,38 persen ke level US$1.704,90 per troy ounce.

Kendati demikian, pada perdagangan siang, harga emas Spot kembali terkoreksi tipis 0,03 persen ke kisaran US$1.700,04 per troy ounce.

Analis Capital Futures Wahyu Laksono mengatakan, sejak emas menguat pada awal tahun ini, pergerakannya cenderung terus melemah. Hal ini disebabkan oleh imbal hasil (yield) obligasi Amerika Serikat (AS) atau US Treasury yang menguat dan masih berada di level 1,5 persen.

Dia menilai rebound yang terjadi pada awal pekan ini tidak akan berlangsung lama. Menurutnya, secara umum pergerakan harga emas saat ini akan kembali terkoreksi pada pertengahan pekan.

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 8 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

BisnisRegional

To top