Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda
Pembukaan salah satu gerai Erafone milik PT Erajaya Swasembada Tbk. (ERAA) di Sumatra Utara, Januari 2020. - Dok. erajaya.com
Premium

Jurus Pamungkas Erajaya Swasembada (ERAA) Jaga Magnet di Pasar Modal

08 Maret 2021 | 14:33 WIB
PT Erajaya Swasembada Tbk. (ERAA) memutuskan melakukan stock split 1:5. Mengapa?

Bisnis.com, JAKARTA — Emiten distributor perangkat teknologi PT Erajaya Swasembada Tbk. (ERAA) tampaknya enggan begitu saja membiarkan atensi investor terhadap perdagangan sahamnya luntur.

Setelah melalui serangkaian proses, pada akhir pekan lalu, Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) ERAA resmi menyetujui rencana pelaksanaan stock split 1:5, alias pemecahan harga saham menjadi seperlima harga sekarang. Stock split ini diharapkan mampu menarik minat investor ritel untuk ikut membeli saham perseroan.

“Setiap 1 saham perseroan dengan nilai nominal Rp500 akan dipecah menjadi 5 saham dengan nominal Rp100, dan oleh karenanya mengubah Pasal 4 ayat 1 dan 2 Anggaran Dasar Perseroan,” tutur Sekretaris Perusahaan ERAA Amelia Allen dalam keterbukaan informasi, pekan lalu.

Harga saham ERAA memang telah mengalami reli gila-gilaan pada paruh kedua tahun lalu. Sempat terjun bebas ke harga Rp900 setelah kedatangan pandemi, tepatnya pada 27 Maret 2020, ERAA kemudian menembus harga Rp2.200 dalam sesi perdagangan terakhir 2020.

Walau demikian, sejak awal tahun ini, saham ERAA belum menampakkan penguatan berarti.

Mengawali 2021 dengan harga Rp2.420, ERAA menutup 2 bulan pertama tahun ini dengan harga saham Rp2.630 atau naik 8,67 persen saja. Volume perdagangan saham juga kurang likuid, mengindikasikan turunnya minat sebagian investor.

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 8 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

BisnisRegional

To top