Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda
Sebuah alat berat (tower crane) milik PT Adhi Karya (Persero) Tbk mengangkut bahan bangunan di sebuah proyek gedung bertingkat di Jakarta. - ANTARA FOTO/Widodo S. Jusuf
Premium

Saham Emiten BUMN Karya Masih di Zona Merah, Menarikkah Dikoleksi?

05 Maret 2021 | 13:47 WIB
Sejumlah saham emiten BUMN karya mengalami tren penurunan sejak awal tahun ini. Bagaimana proyeksinya?

Bisnis.com, JAKARTA — Sejumlah emiten BUMN karya mengalami koreksi harga saham sejak awal tahun. Apakah saham perusahaan-perusahaan pelat merah ini masih prospektif untuk dikoleksi?

Berdasarkan data yang dihimpun Bisnis, secara year-to-date (ytd) atau tahun berjalan, harga saham BUMN karya mengalami tren penurunan. Per Kamis (4/3/2021), pelemahan kluster BUMN karya ini dipimpin oleh PT PP (Persero) Tbk. (PTPP) dengan koreksi hingga 14,48 persen ke level Rp1.595.

Menyusul, emiten operator tol PT Jasa Marga (Persero) Tbk. (JSMR) yang mengalami penurunan 12,1 persen serta PT Wijaya Karya (Persero) Tbk. (WIKA) yang melemah 12,09 persen. 

Kemudian, PT Adhi Karya (Persero) Tbk. (ADHI) turun 10,1 persen dan PT Waskita Karya (Persero) Tbk. (WSKT) turun 0,69 persen. 

Pelemahan ini masih berlangsung hingga sesi pertama perdagangan Jumat (5/3). Seluruhnya masih berada di zona merah, dipimpin oleh ADHI yang terkoreksi 17,39 persen ytd.

Disusul oleh PTPP yang turun 17,24 persen, WIKA 14,95 persen, dan JSMR 13,33 persen. WSKT juga tercatat turun 6,66 persen. 

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 8 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

BisnisRegional

To top