Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda
Deretan Powerpack dan inverter milik Tesla Inc. yang berada di fasilitas Mira Loma Energy Storage System (ESS) Southern California Edison Co. di Ontario, Kanada, AS, Kamis (1/6/2017). - Bloomberg/Patrick T. Fallon
Premium

Tarik Ulur Tesla dan Sinyal Elon Musk untuk Emiten Nikel

04 Maret 2021 | 23:39 WIB
Elon Musk mencemaskan ketersediaan komoditas nikel dan mencoba beralih ke bahan baku lain. Bagaimana prospek emiten produsen seperti ANTM dan INCO?

Bisnis.com, JAKARTA — Rencana investasi Tesla Inc. belum kunjung menemui titik cerah setelah perusahaan besutan Elon Musk itu lebih memilih India sebagai lokasi pendirian pabrik kedua di luar Amerika Serikat.

Dunia usaha menyayangkan keputusan Tesla lebih memilih melanjutkan investasinya di India ketimbang Indonesia. Beragam rumor beredar di kalangan pengusaha mengingat belum ada kepastian menarik Elon Musk ke Tanah Air.

Wakil Ketua Bidang Perindustrian Kadin Johnny Darmawan menilai Tesla memiliki konsep bisnis yang hebat. Meski sebenarnya Tesla bukan membangun industri, melainkan lebih pada konsep bisnis rintisan.

Secara bahan baku, lanjut dia, Indonesia memang sangat menarik dengan melimpahnya nikel untuk pengembangan komponen baterai. Namun, Tesla merupakan perusahaan yang membutuhkan dukungan teknologi penuh.

"Saya tidak tahu gimana ceritanya mereka mau ke sini tetapi yang saya tahu mereka bukan industri otomotif, hanya perusahaan yang menggabungkan sejumlah komponen kemudian melahirkan mobil yang dikendalikan dengan AI [artificial intelligence]," ujarnya kepada Bisnis, baru-baru ini.

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 8 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

BisnisRegional

To top