Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda
Tenaga kesehatan menyiapkan vaksin saat simulasi vaksinasi COVID-19 di RS Islam, Jemursari, Surabaya, Jawa Timur, Jumat (18/12/2020). Simulasi tersebut dilakukan sebagai langkah dalam memetakan protokol pelaksanaan vaksinasi COVID-19 terkait penerapan standar prosedur operasional (SOP), penyiapan SDM serta alat penyimpanan vaksin. - ANTARA FOTO/Moch Asim
Premium

Berkah Sinopharm dan Moderna, Beli atau Jual Saham KAEF?

03 Maret 2021 | 20:30 WIB
KAEF mendapat suntikan katalis positif dari kabar perseroan yang menjadi importir vaksin Sinopharm dan Moderna. Namun, valuasi saham perseroan perlu menjadi pertimbangan.

Bisnis.com, JAKARTA — PT Kimia Farma Tbk. (KAEF) akan mendapatkan keuntungan dengan menjadi importir vaksin Sinopharm asal China dan Moderna asal Amerika Serikat. Seberapa menarik saham emiten farmasi itu untuk dikoleksi saat ini?

Sempat dihantam koreksi beruntun dan terhempas akhir Januari 2021, emiten bersandi saham KAEF itu kembali mencuri perhatian awal Maret 2021. Kabar dari induk usaha, PT Bio Farma (Persero), menjadi salah satu pemicu.

Juru Bicara Vaksin Covid-19 dari Bio Farma Bambang Heryanto mengatakan perseroan sebagai induk perusahaan BUMN holding farmasi sedang melakukan penjajakan untuk pengadaan Sinopharm dan Moderna.

"Bio Farma sudah jajaki dan melakukan pembicaraan supply vaksin dengan prinsip harus berbeda dengan vaksin program pemerintah. Contohnya, kami mulai melakukan kerja sama pembicaraan dengan Sinopharm, perusahaan vaksin dari Beijing China dengan platform teknologi inactivated sama dengan Sinovac," kata Bambang dalam konferensi pers daring, akhir pekan lalu.

Pengadaan, lanjut dia, rencananya akan dilakukan oleh perusahaan holding farmasi, Kimia Farma. Selain itu, KAEF juga tengah menjajaki kerja sama dengan Moderna.

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 8 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

BisnisRegional

To top