Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda
CEO PT Bali Bintang Sejahtera Tbk. Yabes Tanuri (kanan) berbincang dengan Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Inarno Djayadi (kiri), usai pencatatan perdana saham perseroan, di Galeri BEI, Jakarta, Senin (17/6/2019). - Bisnis/Endang Muchtar
Premium

Transaksi Saham Bali United (BOLA) : Northstar Menjauh, Kaesang Merapat?

03 Maret 2021 | 08:32 WIB
Ada perubahan struktur pemegang saham di PT Bali Bintang Sejahtera Tbk. (BOLA), emiten klub sepakbola Bali United. Siapa masuk, siapa keluar?

Bisnis.com, JAKARTA — Sempat landai perdagangannya dari pertengahan tahun lalu, saham induk klub sepakbola Bali United, PT Bali Bintang Sejahtera Tbk. (BOLA) kembali ramai diperdagangkan sejak awal Februari 2021.

Tren tersebut berpotensi berlanjut pada bulan ini. Kendati sempat terkoreksi 8 poin pada perdagangan Selasa (2/3/2021), saham BOLA yang parkir di harga Rp310 tercatat masih dalam tren bullish.

Apabila dikalkulasi, BOLA sudah menguat 86,74 persen dari level harga Rp166 secara year-to-date (ytd).

Sebagian pemegang saham BOLA pun seolah tak mau melewatkan momentum emas ini. Seiring penguatan saham emiten yang saham mayoritasnya masih dikuasai Pieter Tanuri tersebut, sebagian pemilik saham lama mengurangi kepemilikannya.

Termasuk Miranda, salah seorang pemilik saham individu di atas 5 persen di struktur Bali United. Berdasarkan laporan keterbukaan informasi di laman Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (26/2), sosok yang sebelumnya punya kepemilikan saham 5,25 persen tersebut melakukan pelepasan terhadap 300.000.000 lembar saham.

Artinya, dari kepemilikan sebelumnya sebanyak 314.842.000 lembar, saham Miranda di BOLA kini terpangkas jadi 14.842.000 lembar alias 0,3 persen saja.

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 8 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

BisnisRegional

To top