Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda
Ilustrasi Bitcoin. - Bloomberg/Chris Ratcliffe
Premium

Waktunya Penambang Bitcoin AS Goyang Dominasi China?

01 Maret 2021 | 17:14 WIB
Di balik tren mata uang kripto, ada konsumsi listrik yang luar biasa besar untuk menambang Bitcoin dkk. Negara mana yang menjadi jawara dalam penambangan Bitcoin?

Bisnis.com, JAKARTA — Tahukah Anda jika konsumsi listrik yang dibutuhkan komputer-komputer di dunia untuk menambang Bitcoin mencapai 121,36 terawatt-jam (TWh) per tahun?

Riset The Cambridge Centre for Alternative Finance yang dikepalai Michel Raus mengatakan demikian. Angka tersebut, jika dikalkulasi, melampaui konsumsi listrik tahunan yang rutin dihabiskan seluruh populasi negara kecil seperti Argentina, Belanda, hingga Uni Emirat Arab (UEA).

Apabila Bitcoin ditransformasi ke dalam bentuk negara, Raus bahkan memperkirakan “Negara Bitcoin” akan langsung masuk dalam jajaran 30 besar negara dengan konsumsi listrik paling boros di dunia

“Penambangan Bitcoin memang sudah didesain menghabiskan banyak tenaga listrik. Angkanya tidak akan menurun kecuali harga Bitcoin segera turun drastis,” papar Raus seperti dilansir BBC, Rabu (10/2/2021).

Ironisnya, fakta itu tidak lantas membuat dua negara dengan tren konsumsi listrik tahunan terbesar di dunia saat ini—yakni China dan AS—menurunkan aktivitas penambangan Bitcoin-nya. Alih-alih, yang terjadi justru sebaliknya.

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 8 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

BisnisRegional

To top