Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda
Kelapa sawit ditumpuk di atas sebuah truk di Penajam, Kalimantan Timur, Rabu (27/11/2019). - Bloomberg/Dimas Ardian
Premium

Malu-malu Kucing Emiten Meski Harga CPO Mendaki 4.000 Ringgit

26 Februari 2021 | 18:35 WIB
Tren kenaikan harga minyak sawit (crude palm oil/CPO) belum diikuti oleh kenaikan saham emiten.

Bisnis.com, JAKARTA — Harga minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO) mengalami reli dalam sepekan. Sederet emiten sektor terkait masih menarik untuk dilirik investor.

Harga CPO di Bursa Malaysia mencapai kisaran 3.784 ringgit per ton hingga Kamis (25/2/2021). Posisi itu melanjutkan tren kenaikan harga yang terjadi sejak pekan sebelumnya atau ketika harga masih berada di level 3.489 ringgit per ton.

Kenaikan harga minyak sawit mentah sejalan dengan prediksi kalangan pelaku pasar. Dalam pemberitaan Bisnis sebelumnya, Analis Capital Futures Wahyu Laksono memprediksi harga komoditas itu berpeluang menembus 4.000 ringgit sebelum kuartal I/2021 berakhir.

Sayangnya, tren kenaikan harga CPO belum diikuti oleh saham para emiten produsen minyak sawit mentah. Kondisi ini berbeda dengan pengujung 2020.

Kala itu, harga CPO yang melambung turut menjadi pelicin pergerakan saham emiten CPO di lantai Bursa Efek Indonesia (BEI).

Berdasarkan data yang dihimpun Bisnis pada penutupan perdagangan Jumat (26/2/2021), beberapa emiten CPO yang kerap menjadi pilihan pelaku pasar seperti PT Astra Agro Lestari Tbk. (AALI) dan PT Perusahaan Perkebunan London Sumatera Indonesia Tbk. (LSIP) justru terjerembab ke zona merah.

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 8 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

BisnisRegional

To top