Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda
Pengunjung mengambil gambar layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Kamis (12/11/2020). Bisnis - Himawan L Nugraha
Premium

Upaya Emiten Sinar Mas Buka Suspensi Saham dengan Bantuan Investor Ritel

19 Februari 2021 | 10:27 WIB
PT Golden Energy Mines Tbk. (GEMS) akan melakukan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) atau rights issue untuk menambah porsi kepemilikan saham publik dan meraih modal kerja. Aksi korporasi itu ditargetkan dapat rampung pada akhir Maret 2021.

Bisnis.com, JAKARTA - Penantian pelaku pasar selama 3 tahun terhadap perdagangan saham PT Golden Energy Mines Tbk. (GEMS) menemui titik cerah dalam waktu dekat.

Ya, saham emiten pertambangan Grup Sinar Mas itu sudah disetop PT Bursa Efek Indonesia (BEI) sejak 31 Januari 2018, akibat belum memenuhi ketentuan free float saham atau kepemikan saham publik 7,5 persen.

Manajemen GEMS pun akan melakukan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) atau rights issue untuk menambah porsi kepemilikan saham publik dan meraih modal kerja. Aksi korporasi itu ditargetkan dapat rampung pada akhir Maret 2021. 

Sudin, Sekretaris Perusahaan Golden Energy Mines, mengatakan perseroan menggelar rights issue untuk memenuhi ketentuan BEI mengenai batas minimal free float saham 7,5 persen. Saat ini, porsi saham publik dalam GEMS tercatat hanya sebesar 3 persen. 

Akibat tidak memenuhi Ketentuan V.1 Peraturan Bursa No. I-A, saham GEMS sudah disuspensi BEI selama lebih dari 24 bulan. 

Sudin mengatakan perseroan masih memproses perizinan aksi korporasi itu di Otoritas Jasa Keuangan. Emiten pertambangan batu bara itu telah menerima tanggapan kedua dari OJK.

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 8 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top