Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda
Batu bara diolah di dalam pabrik baja di India. - Dhiraj Singh/Bloomberg
Premium

Sinyal Negatif untuk Batu Bara Muncul dari India

16 Februari 2021 | 20:30 WIB
Penggunaan dan konsumsi batu bara di India diperkirakan tak akan lagi mencapai atau melampaui puncaknya pada 2018. Lalu bagaimana dampaknya terhadap harga batu bara dan produsen dari Indonesia?

Bisnis.com, JAKARTA – India diproyeksikan segera mengurangi konsumsi komoditas batu bara domestiknya. Kondisi itu secara tidak langsung membuat penggunaan batu bara di India tak akan lagi mencapai atau melampaui puncaknya pada 2018. 

Melansir Bloomberg, Selasa (16/2/2021) pangsa pasar bahan bakar fosil terkotor dalam campuran listrik India turun untuk tahun kedua berturut-turut pada 2020.

Menurut laporan analis senior Ember Aditya Lolla, adanya perlambatan ekonomi pada 2019 yang diikuti oleh resesi akibat pandemi, terdapat ada kemungkinan konsumsi dan impor batu bara di India tidak akan pernah menembus level 2018 lagi. Terlebih jika Pemerintah India berupaya memenuhi sasaran energi terbarukannya.

"Saat India pulih dari guncangan pandemi Covid-19, pilihan yang dibuatnya untuk sektor kelistrikannya dapat memperkuat transisi konsumsi pembangkit listrik tenaga batu bara menjadi energi bersih dalam sedekade berikutnya. Bahkan bukan tidak mungkin, konsumsi batu bara mereka akan jatuh dalam dekade ini, jika pemerintah menginginkannya," tulisnya seperti dikutip dari Bloomberg, Selasa (16/2/2021).

Menurut Lolla, India ingin mencapai 175 gigawatt kapasitas energi terbarukan pada 2022 dan 450 GW pada 2030. Target tersebut cukup untuk memenuhi peningkatan permintaan listrik tahunan hingga 5 persen.

Kendati begitu, negara ini harus mempercepat penggunaan energi terbarukannya untuk mencapai target energi hijau. Pembangkit listrik tenaga surya dan angin di India mencapai 118 terawatt pada tahun 2020, masih jauh di belakang target pemerintah untuk mencapai 274 TWh pada tahun 2022.

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 8 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top