Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda
Articulated dump truck mengangkut material pada pengerukan lapisan atas di pertambangan nikel di Soroako, Luwu Timur, Sulawesi Selatan, Kamis (28/3/2019). - ANTARA FOTO/Basri Marzuki
Premium

Bukan Hanya ANTM - INCO, HRUM Hingga KKGI Ikut 'Demam' Nikel

07 Februari 2021 | 15:56 WIB
Harga nikel terus melambung seiring optimisme akan kendaraan listrik di penjuru dunia.

Bisnis.com, JAKARTA - Emiten nikel di Bursa Efek Indonesia makin bertambah di luar PT Aneka Tambang Tbk. (ANTM) dan PT Vale Indonesia Tbk. (INCO). 

Tercatat hingga awal 2021 ini, sejumlah emiten pertambangan batu bara mengumumkan diversifikasi bisnis dengan turut berbisnis komoditas nikel.

Pengumuman itu terlihat dilakukan oleh PT Harum Energy Tbk. (HRUM). Emiten milik Kiki Barki itu menjajaki bisnis baru ini dengan membeli saham perusahaan tambang nikel di Indonesia yang tercatat di Bursa Efek Australia, Nickel Mines Ltd.

Langkah itu pun dilanjutkan dengan aksi akuisisi 24.287 saham milik Aquila Nickel Pte. Ltd. dalam PT Position, perusahaan tambang nikel.

Selain itu, belum lama ini, emiten pertambangan batu bara, PT Resources Alam Indonesia Tbk. (KKGI) juga melakukan pengikatan jual beli saham dua perusahaan nikel sebesar 70 persen, yaitu PT Buton Mineral Indonesia (BMI) dan PT Bira Mineral Nusantara (BMN). 

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 8 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

BisnisRegional

To top