Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda
Seorang pelanggan membeli ponsel Esia PT Bakrie & Brothers di sebuah toko di Jakarta, Indonesia, Minggu (20/1/2008) . -  Bloomberg/Dimas Ardian.
Premium

Historia Bisnis : BTEL Diborong Investor Singapura & British Virgin

03 Februari 2021 | 15:30 WIB
Saham baru yang ditawarkan oleh PT Bakrie Telecom Tbk. (BTEL) melalui IPO memikat investor asing dari Singapura dan British Virgin Island.

Bisnis.com, JAKARTA — Penawaran umum perdana saham alias IPO PT Bakrie Telecom Tbk. (BTEL) yang sempat tertunda akibat negative covenant akhirnya teralisasi pada 2006 dan kebanjiran minat investor.

Sayap usaha Grup Bakrie di bidang telekomunikasi, Bakrie Telecom, resmi melakukan pencatatan saham perdana di Bursa Efek Indonesia (BEI) 15 tahun silam atau tepat pada 3 Februari 2006. Perseroan menawarkan 5,5 miliar lembar saham baru atau setara 29,9 persen dengan harga pelaksanaan Rp110.

Pencatatan saham atau listing perdana emiten bersandi BTEL itu terekam dalam pemberitaan Koran Bisnis Indonesia edisi 3 Februari 2006. Bakrie Telecom akhirnya mengeksekusi IPO setelah sebelumnya ditargetkan paling lambat pada 26 Januari 2006.

Saham baru yang diterbitkan oleh BTEL lewat IPO terbilang laris manis. Catatan itu terekam dalam pemberitaan berjudul ‘Asing serap 62,25% saham Bakrie Telecom’.

Manager Corporate Finance Department PT Danatama Makmur Vicky Ganda Saputra, selaku penjamin pelaksana emisi IPO BTEL, mengungkapkan soal investor penyerap saham baru perseroan. Menurutnya, investor asing menyerap 62,5 persen dari 5,5 miliar saham.

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 8 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

BisnisRegional

To top