Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda
Franky Oesman Widjaja, Chairman dan Chief Executive Officer Golden Agri-Resources Ltd., menghadiri World Economic Forum on East Asia di Naypyidaw, Myanmar, Kamis (6/6/2013) . -  Bloomberg/Dario Pignatelli.
Premium

Historia Bisnis : Misi Franky Widjaja Merger Smart dan FREN

01 Februari 2021 | 22:00 WIB
Franky Oesman Widjaja, Putra kedelapan Eka Tjipta Widjaja, meyakini sinergi antara PT Smart Telecom dan PT Mobile-8 Telecom Tbk. (FREN) akan menciptakan efisiensi.

Bisnis.com, JAKARTA — Franky Oesman Widjaja mencetuskan ide merger antara PT Smart Telecom dan PT Mobile-8 Telecom Tbk. (FREN) pada Februari 2010 sebelum akhirnya teralisasi setahun kemudian.

Persaingan operator seluler berbasis code division multiple access (CDMA) tengah berlangsung dengan ketat. Franky, putra kedelapan konglomerat Indonesia Eka Tjipta Widjaja, memiliki ambisi untuk mensinergikan Smart Telecom dan Mobile-8 Telecom.

Franky selaku pemegang saham Smart Telecom buka-bukaan soal rencana itu dalam Koran Bisnis Indonesia edisi 1 Februari 2010 dalam sebuah artikel berjudul ‘Smart & Mobile-8 jajaki merger’.

Dia menjelaskan bahwa sinergi antara Smart dan Mobile-8 telah berlangsung sejak 2009. Kolaborasi itu menurutnya telah berjalan dengan lancar.

“Sehingga opsinya bisa dimerger. Kalau memang semuanya lancar, kenapa tidak?” ujarnya dikutip melalu Koran Bisnis Indonesia edisi 1 Februari 2010.

Grup Sinarmas melalui PT Gerbang Mas Tunggal Sejahtera memborong 3,84 miliar saham atau 19 persen saham Mobile-8 pada 11 November 2009. Transaksi itu membuat Sinarmas harus merogoh kocek Rp211,46 miliar untuk dibayarkan kepada PT Global Mediacom Tbk. (BMTR).

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 8 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

BisnisRegional

To top