Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda
Cahaya menerangi gedung pencakar langit Al Majdoul dan jalan kota pada malam hari di Riyadh, Arab Saudi. - Bloomberg/Maya Anwar.
Premium

Tugas Saudi Aramco, Kejar Jerman, & Nasib Harga Minyak

29 Januari 2021 | 14:37 WIB
Arab Saudi tengah berupaya mendiversifikasi perekonomian dengan memacu pengembangan energi baru terbarukan.

Bisnis.com, JAKARTA — Arab Saudi ingin mengekor kesuksesan Jerman dalam urusan pengembangan energi baru terbarukan dan menjadi pionir dalam pengembangan proyek blue and green hydrogen sebagai bagian upaya diversifikasi perekonomian.

Menteri Energi Arab Saudi Pangeran Abdulaziz bin Salman menyampaikan ambisi itu dalam sebuah konferensi bertajuk Future Investment Initiative di Riyadh, Arab Saudi, Rabu (27/1/2020) waktu setempat. Kerajaan menyatakan akan bekerja sama dengan banyak negara untuk proyek blue and green hydrogen serta pengurangan emisi karbon.

“Kami akan menjadi Jerman selanjutnya dalam hal energi terbarukan. Kami akan menjadi perintis,” ujarnya seperti dilansir melalui Bloomberg, Jumat (29/1/2021).

Saudi Aramco, badan usaha milik negara (BUMN) milik Arab Saudi, memimpin upaya negara itu dalam pengembangan blue hydrogen. Untuk, green hydrogen Air Products & Chemicals Inc. dan perusahaan lokal ACWA Power International sedang membangun yang terbesar di dunia berlokasi di Neom, Pantai Laut Merah, Arab Saudi.

Pangeran Abdulaziz mengatakan Arab Saudi berencana mengubah setengah sumber energi negara itu menjadi gas. Sisanya, akan digerakkan oleh energi baru terbarukan (EBT).

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 8 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top