Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda
Petugas menjelaskan tata cara berinvestasi kepada calon investor di gedung Jakarta Investment Center (JIC), Jakarta, Kamis (2/8/2018). - JIBI/Felix Jody Kinarwan
Premium

Bagaimana Strategi 'Main' Saham Saat Pasar Mengalami Koreksi?

28 Januari 2021 | 19:05 WIB
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terus mengalami koreksi setelah naik 28 persen sepanjang Oktober 2020 hingga awal Januari 2021. Para investor, terutama pemula, perlu menyiapkan strategi agar tidak terjebak dalam kerugian.

Bisnis.com, JAKARTA – Investasi di pasar modal belakangan ini makin digemari oleh generasi milenial yang mengincar keuntungan ataupun untuk mempersiapkan rencana dihari tua.

Kendati demikian, kehadiran investor pemula yang kini sering disebut sebagai investor generasi Covid-19 dinilai beberapa pihak menimbulkan kegelisahan. Sebab, sebagin di antara mereka kemudian cenderung menjadi trader harian untuk mencari cuan yang sebesar-besarnya.

Ironisnya, bahkan beberapa dari mereka meminjam dana atau utang melalui pinjaman online (pinjol) hanya untuk masuk pasar saham karena tergiur keuntungan yang jauh lebih besar.

Adapun, sejatinya pasar saham terkenal dengan volatilitas yang tidak bisa memberikan jaminan kepada siapapun untuk mendapatkan keuntungan secara instan. Bahkan, tidak menutup kemungkinan harga-harga saham terus berguguran, sehingga kerugian dialami oleh para investor.

Hal tersebut terbukti ketika Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terus mengalami koreksi setelah naik 28 persen sepanjang Oktober 2020 hingga awal Januari 2021. 

IHSG pada perdagangan Kamis (28/1/2021) ditutup anjlok 12 anjlok 2,12 persen atau 129,78 poin ke level 5.979,39. Sepanjang hari ini, IHSG bergerak di rentang 5.957,55-6.123,46.

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 8 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top