Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda
Pekerja menyusun aneka jenis minuman kaleng di salah satu grosir penjual makanan dan minuman kemasan di Pekanbaru, Riau, Senin (12/6). - Antara/Rony Muharrman
Premium

Minuman Berpemanis Bakal Kena Cukai, Siapa Paling Terdampak?

28 Januari 2021 | 16:22 WIB
Pemerintah berencana mengenakan cukai terhadap makanan dan minuman berpemanis. Jika terlaksana, maka sejumlah emiten di sektor makanan dan minuman tentu akan merasakan dampaknya.

Bisnis.com, JAKARTA – Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati kembali mengeluarkan wacana pengenaan cukai terhadap minuman berpemanis. Adapun kebijakan fiskal tersebut diharapkan mampu menambah penerimaan negara khususnya melalui cukai.

Wacana tersebut sebelumnya diutarakan Menkeu Sri Mulyani di hadapan Komisi XI DPR RI pada Rabu (28/1/2021). Pemerintah bertujuan untuk memperbanyak jumlah barang kena cukai (BKC) sehingga konsumsi masyarakat atas barang yang berdampak negatif dapat dikendalikan. 

Dalam catatan Bisnis, jika dilihat berdasarkan strukturnya, penerimaan cukai Indonesia tergolong paling minim dibandingkan negara lain, lantaran hanya memiliki tiga barang kena cukai yakni  rokok, etil alkohol, dan minuman mengandung etil alkohol (MMEA).

Sementara itu di beberapa negara jumlah BKC bisa lebih dari tiga jenis bahkan ada yang mencapai sekitar 20 barang. Finlandia misalnya memiliki 16 jenis BKC, Prancis 14 jenis BKC, Jerman 13 jenis BKC, Jepang 24 jenis BKC, Korsel 18 jenis BKC, Malaysia 14 jenis BKC, Singapura 33 jenis BKC, India 28 jenis BKC.

Dengan jumlah BKC yang terbatas, penerimaan cukai pemerintah selalu didominasi oleh cukai hasil tembakau atau CHT. Sejauh ini, pemerintah sebenarnya memiliki harapan tambahan penerimaan dari pengenaan cukai plastik.

Berdasarkan laporan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tercatat sepanjang tahun lalu realisasi penerimaan cukai sebesar Rp176,31 triliun. Penerimaan cukai tersebut ditopang oleh CHT sebesar Rp170,24 triliun. Adapun pencapaian tersebut lebih tinggi sekitar 3,21 persen dari target Rp164,94 triliun.

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 8 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top