Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda
Karyawan mengamati pergerakan saham di galeri PT Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Kamis (19/11/2020). - Bisnis/Arief Hermawan P
Premium

Misteri Forced Sell, Sekuritas atau Investor Ritel Dalang ARB Massal?

26 Januari 2021 | 12:40 WIB
Kebijakan forced sell kembali menjadi perbincangan hangat saat sekitar 90 emiten terkoreksi lebih dari 6 persen pada Senin (25/1/2021).

Bisnis.com, JAKARTA — Indeks harga saham gabungan (IHSG) tidak berdaya tertekan koreksi massal puluhan emiten memasuki pekan terakhir Januari 2021.

IHSG terkoreksi tiga sesi beruntun jelang berakhirnya January Effect. Data Bloomberg menunjukkan indeks komposit terhempas ke zona merah dengan koreksi 0,77 persen ke level 6.258,57 pada sesi Senin (25/1/2021).

Sepanjang sesi itu, hanya ada 123 saham yang menguat dan sisanya sebanyak 383 terkoreksi dan 207 stagnan. Padahal, investor asing terpantau masih memborong emiten-emiten Indonesia dengan net buy atau beli bersih Rp153,43 miliar pada Senin (25/1/2021).

Sayangnya, data yang dihimpun Bisnis menunjukkan sebanyak 91 emiten mengalami koreksi di atas 6 persen. Bahkan, ada sekitar 40 saham dalam daftar itu yang terhempas ke zona merah hingga mendekati zona auto reject bawah (ARB) 7 persen.

Saham-saham yang sebelumnya tengah panas diperdagangkan dan menjadi incaran investor seperti PT Indofarma Tbk. (INAF), PT Kimia Farma Tbk. (KAEF), PT PP (Persero) Tbk. (PTPP), PT Terregra Asia Energy Tbk. (TGRA), PT Bank Rakyat Indonesia Agroniaga Tbk. (AGRO) hingga PT Indomobil Sukses Internasional Tbk. (IMAS) turut masuk ke dalam daftar tersebut.

Fenomena itu pun kembali menjadi bahan perbincangan hangat investor saham di berbagai lini masa. Kecurigaan utama para pelaku pasar kondisi tersebut terjadi akibat kebijakan forced sell atau jual paksa yang ditempuh oleh sekuritas.

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 8 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top