Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda
Mobil tambang yang mengangkut bijih batu muncul dari terowongan di tambang emas PT Aneka Tambang Tbk. (ANTM) di Pongkor, Jawa Barat, Indonesia, pada Kamis 7 November 2013. - Bloomberg/Dadang Tri
Premium

Historia Bisnis : Antam (ANTM) Jajaki Pinjaman US$120 Juta

26 Januari 2021 | 14:00 WIB
PT Aneka Tambang Tbk. (ANTM) memerlukan pinjaman dari Export Credit Agency (ECA) untuk memperkuat usaha.

Bisnis.com, JAKARTA — PT Aneka Tambang Tbk. (ANTM) membidik dana segar yang berasal dari pinjaman Export Credit Agency (ECA) dua puluh tahun silam.

Aneka Tambang (Antam) telah melakukan penghiliran komoditas nikel sejak 1976. Perjalanan dimulai dari pembangunan Pabrik FeNi I dengan kapasitas 4.500 ton nikel dalam feronikel (TNi) per tahun yang mulai beroperasi komersial pada 1976. 

Selanjutnya, proyeksi ekspansi FeNi II dengan kapasitas 5.500 TNi per tahun beroperasi secara komersial pada 1995. Setelah memiliki proyek itu, ANTM terus mengembangkan sayapnya di bidang penghiliran komoditas nikel.

Berdasarkan laporan tahunan Antam periode 2000, dilakukan penunjukkan TESSAG Industrienlagen GmbH dari Jerman sebagai pemenang tender sekaligus sebagai calon kontraktor pembangunan pabrik FeNi III.

Setelah keputusan itu, Antam tancap gas mencari pendanaan pada awal 2001. Manuver emiten badan usaha milik negara (BUMN) tambang itu terekam dalam pemberitaan Koran Bisnis Indonesia edisi 26 Januari 2001.

Direktur Utama Antam saat itu, Deddy Aditya Somanegara, menceritakan penjajakan pinjaman dalam artikel berjudul ‘Antam jajaki pinjaman US$120 juta dari ECA’. 

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 8 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top