Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda
Karyawan beraktivitas di dekat layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Kamis (10/9/2020)./Bisnis - Himawan L Nugraha
Premium

Apa Itu Forced Sell dan Margin Trading? Investor Saham Wajib Tahu

25 Januari 2021 | 07:29 WIB
Rupanya tak semua investor ritel, terutama investor baru, paham mekanisme perdagangan saham dan kapasitas modal yang dimilikinya. Misalnya, terkait kebijakan forced sell dan margin trading. Apa itu?

Bisnis.com, JAKARTA – Beberapa hari lalu beredar tangkapan layar yang menunjukkan pengumuman dari sebuah perusahaan sekuritas kepada para nasabahnya. Isinya menyampaikan adanya kenaikan saldo debit nasabah di sisi perusahaan sekuritas tersebut lantaran banyak nasabah tidak kunjung melakukan pembayaran terkait transaksi perdagangan saham yang sudah dilakukan.

Dalam foto tangkapan layar tersebut, sekuritas terkait pun mengimbau agar nasabah melakukan transaksi perdagangan saham sesuai kapasitas yang ada. Nasabah juga diharapkan untuk melakukan pembayaran/pelunasan pada T+2 (2 hari setelah transaksi saham berlangsung).

Terakhir, nasabah diingatkan bahwa jika ada pembelian saham tanpa ada penyelesaian/terutang hingga T+4 dan tidak bisa melakukan forced sell, maka akan dilakukan penjualan oleh sekuritas tersebut pada T+5 setelah pasar dibuka dengan harga -7 persen dari harga penutupan sehari sebelumnya.

Apa yang disampaikan oleh sekuritas tadi mengacu kepada trading limit, yakni batas maksimum transaksi pembelian nasabah selama satu hari di atas nilai dana yang disimpan di Rekening Dana Investor (RDI) atau Rekening Dana Nasabah (RDN).

Misalnya, jika nasabah A memiliki dana Rp10 juta di RDI, maka sekuritas bisa memberikan tambahan Rp10 juta untuk nasabah tersebut bertransaksi di pasar saham. Namun, tambahan Rp10 juta ini mesti dibayarkan kembali dalam waktu T+2, ditambah bunga yang besarannya bisa berbeda-beda di tiap sekuritas.

Imbauan itu keluar di tengah dinamisnya pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dalam beberapa waktu terakhir, yang disertai ramainya suara-suara para influencer saham serta tren kenaikan investor ritel di pasar modal dalam negeri.

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 8 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top