Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda
Alat berat bekerja dalam pembangunan apartemen di Jakarta saat pandemi Covid-19 menerjang. - Bloomberg / Dimas Ardian
Premium

Sinyal Bank Indonesia dan Prospek Saham Emiten Properti

22 Januari 2021 | 20:55 WIB
Sejumlah sekuritas memasukkan saham emiten properti dalam rekomendasi trading mereka meski ekonomi belum sepenuhnya pulih. Segera bangkit?

Bisnis.com, JAKARTA – Bisikan Gubernur Bank Indonesia bahwa Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) tengah mengkaji kemungkinan rilis paket kebijakan fiskal  berupa penjaminan kredit dan penjaminan suku bunga serta Kebijakan  sejumlah bank besar memangkas  suku bunga tabungan belum mampu mengangkat saham-saham properti pada perdagangan Jumat (22/1/2021).

Dalam mapping yang dibuat, Bank Indonesia melihat ada delapan sektor yang masih memerlukan dukungan fiskal yang layak mendapat dukungan fiskal, di antaranya properti, industri tekstil dan produk tekstil, pertambangan, bijih logam, furnitur, kehutanan serta industri mesin.

"Ini sedang kami lakukan dengan Ibu Menteri Keuangan, ada beberapa paket kebijakan stimulus fiskal," tegas Perry. 

Sementara itu, Indeks Harga Saham Gabungan hari ini, (22/1/2021) ditutup melemah 1,66 persen menjadi 6.307. Seluruh sektor berada di zona merah. Paling dalam terjadi pada emiten tambang dengan pelemahan -4,09 persen, menyusul setelahnya infrastruktur dan properti.

Kedua indeks sektoral ini masing-masing melemah 2,82 persen dan 2,6 persen. Khusus sektor properti, pelemahan ini melanjutkan tren pelemahan yang terjadi dalam sepekan terakhir.

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 8 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top