Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda
Seorang pekerja melintas di depan pabrik PT Gudang Garam Tbk. Kediri, Jawa Timur. - Antara / Arief Priyono
Premium

Saham HMSP, GGRM, Hingga WIIM Jelang Kenaikan Cukai, Sudah Kemurahan?

22 Januari 2021 | 15:24 WIB
Harga saham rokok sudah jauh di bawah nilai terbaiknya. Saatnya koleksi?

Bisnis.com, JAKARTA - Harga rokok akan naik per 1 Februari 2021 seiring berlakunya tarif baru cukai yang ditetapkan pemerintah. 

Seperti diketahui, Kementerian Keuangan telah mengumumkan kenaikan tarif cukai rokok untuk 2021 rata-rata 12,5 persen. Meski begitu, Kementerian Keuangan tidak menaikan tarif cukai untuk jenis sigaret kretek tangan (SKT). 

Kenaikan ini terdiri dari, industri yang memproduksi sigaret putih mesin (SPM) golongan I 18,4 persen, sigaret putih mesin golongan II A 16,5 persen, sigaret putih mesin IIB 18,1 persen, sigaret kretek mesin (SKM) golongan I 16,9 persen, sigaret kretek mesin II A 13,8 persen, dan sigaret kretek mesin II B 15,4 persen.

Analis Mirae Asset Sekuritas Christine Natasya mengatakan kenaikan cukai rokok atas sigaret kretek mesin (SKM) dan sigaret putih (SPM) akan berdampak buruk bagi penjualan. Pasalnya mayoritas penjualan berasal dari SKM, terutama oleh penguasa pasar yang juga perusahaan tercatat seperti PT HM Sampoerna Tbk (HMSP), dan PT Gudang Garam Tbk (GGRM).

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 8 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top