Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda
Karyawan di salah satu lini PT Kalbe Farma Tbk. (KLBF). - Dok. Annual Report 2005
Premium

Resep Kalbe (KLBF) Tetap Bugar Saat Saham Farmasi ARB Berjemaah

19 Januari 2021 | 13:00 WIB
Prospek kinerja saham PT Kalbe Farma Tbk. (KLBF) masih cerah ditopang neraca keuangan yang kuat serta pengembangan produk terkait Covid-19.

Bisnis.com, JAKARTA — PT Kalbe Farma Tbk. (KLBF) menjadi satu-satunya emiten farmasi yang mampu mencetak kenaikan harga saham saat yang lainnya terkoreksi hingga menyentuh batas auto reject bawah (ARB) pada Senin (18/1/2021).

Berdasarkan data Bloomberg, saham KLBF menguat 0,91 persen ke level Rp1.660 akhir sesi Senin (18/1/2021). Kenaikan itu terjadi saat mayoritas emiten farmasi tertekan hingga menyentuh batas ARB.

PT Kimia Farma Tbk. (KAEF) terkena ARB setelah turun 6,64 persen ke level Rp5.275. Kondisi serupa dialami emiten farmasi keluarga pelat merah lainnya yakni  oleh PT Indofarma Tbk. (INAF) dengan 6,64 persen dan PT Phapros Tbk. (PEHA) 6.81 persen.

PT Soho Global Health Tbk. (SOHO) juga terkoreksi 6,90 persen ke level Rp6.750. PT Itama Ranoraya Tbk. (IRRA) ikut amblas 6,69 persen menuju Rp2.790.

Analis PT Phillip Sekuritas Anugerah Zamzami menuturkan kenaikan saham farmasi sebelumnya sangat signifikan. Menurutnya, price earning ratio (PER) dan price to book value (PBV) emiten di sektor itu telah melambung di luar batas wajar.

"Jika dilihat dari rasio tersebut saham-saham farmasi ini jauh lebih mahal dari beberapa nama saham-saham big caps yang biasa dihargai premium. Memang optimisme vaksin sangat mendorong kenaikan ini," terangnya kepada Bisnis, Senin (18/1/2021).

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 8 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

BisnisRegional

To top