Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda
Karyawati menunjukkan replika logam mulia di Butik Emas Antam, Jakarta, Kamis (6/8/2020). Bisnis - Arief Hermawan P
Premium

Emiten Favorit Kaesang (ANTM) Digugat, Bagaimana Dampak ke Kinerja Perseroan?

18 Januari 2021 | 13:02 WIB
Salah satu emiten tambang milik Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yakni PT Aneka Tambang Tbk. (ANTM) harus tersandung kasus hukum. Lalu bagaimana dampaknya terhadap kinerja dan prospek saham yang kerap dijagokan Kaesang Pangarep tersebut?

Bisnis.com, JAKARTA – Salah satu emiten favorit Kaesang Pangarep tersandung kasus hukum. Emiten tersebut adalah, PT Aneka Tambang Tbk. (ANTM), yang digugat pengusaha asal Surabaya. Atas kasus tersebut, perseroan tersebut diminta membayar ganti rugi mencapai Rp817,4 miliar.

Diketahui Pengadilan Negeri Surabaya mengabulkan gugatan pengusaha asal Surabaya, Budi Said, pada Jumat (15/1/2021), dengan nomor perkara 158/Pdt.G/2020/ PN Sby.

Pengusaha asal Surabaya tersebut mengaku telah membeli 7 ton emas di Butik Emas Logam Mulia Surabaya I Antam setelah ditawarkan diskon harga oleh oknum pekerja di gerai resmi tersebut. 

Namun, alih-alih menerima 7 ton emas yang diberikan hanya 5,9 ton emas dari keseluruhan emas yang dibeli. Untuk itu ANTM dinyatakan terbukti telah berbuat melawan hukum atas hilangnya 1.136 kilogram atau 1,1 ton emas yang dibeli Budi Said setara Rp817,4 miliar.

Lantas, akankah kasus hukum tersebut dapat mengganggu kinerja keuangan ANTM?. Apalagi emiten tambang itu menjadi salah satu  emiten favorit investor saham yang terus mencetak rekor kenaikan harga saham.

Saham ANTM beserta BUMN lainnya mendominasi daftar saham yang paling banyak ditransaksikan dari sisi nilai selama perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI) sepekan 11-15 Januari 2021.

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 8 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top