Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group
Karyawan di dekat papan elektronik yang menampilkan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di gedung Bursa Efek Indonesia di Jakarta, Kamis (26/3/2020). - Bisnis/Dedi Gunawan
Premium

Rekomendasi Saham Pilihan saat IHSG Jadi Jawara Asean dan Diborong Investor Asing

14 Januari 2021 | 18:05 WIB
Kenaikan IHSG menjadikan pasar modal Indonesia berada di urutan pertama terbaik di Asean, kedua terbaik di Asia Pasifik, dan keempat terbaik di dunia.

Bisnis.com, JAKARTA — Penguatan Indeks Harga Saham Gabungan sepanjang awal tahun ini berhasil mencapai posisi terbaik di Asean serta kedua terbaik di Asia Pasifik. IHSG berpotensi tetap menjadi jawara tahun ini seiring tingginya potensi arus masuk investor asing.

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia, sepanjang awal tahun ini, IHSG hanya tercatat melemah pada perdagangan Rabu (6/1/2021) sebesar 1,17 persen. Selebihnya, IHSG konsisten terus menghijau dan terakhir ditutup di level 6.435,21 pada akhir perdagangan kemarin, Rabu (13/1/2021).

Sepanjang tahun ini, IHSG sudah meningkat 7,63 persen year to date (ytd). Kenaikan IHSG ini menjadikan pasar modal Indonesia berada di urutan pertama terbaik di Asean, kedua terbaik di Asia Pasifik, dan keempat terbaik di dunia. Di Asia Pasifik, Indonesia hanya kalah dibandingkan dengan Korea Selatan yang bursanya naik 9,56 persen ytd.

Adapun, sepanjang 2020 lalu, pasar modal Indonesia bukanlah yang terbaik. IHSG tercatat turun 5,09 persen dibandingkan dengan posisi akhir 2019. Dengan kinerja itu, IHSG berada di urutan ketiga Asean, ke-10 di pasar Asia Pasifik, dan ke-25 di pasar dunia.

Kepala Riset Praus Capital Alfred Nainggolan mengatakan bahwa cukup banyak bursa global yang berhasil menutup tahun 2020 dengan kinerja indeks yang positif, meskipun sempat turun sangat dalam pada awal pandemi.

Proses pemulihan di pasar global cenderung cepat karena krisis global kali ini lebih disebabkan oleh faktor eksternal atau faktor di luar pasar keuangan. Hal ini berbeda dibandingkan dengan krisis tahun 1997 dan 2008 yang memukul sistem keuangan regional dan global.

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 8 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top