Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group
Konsumen membawa tas belanja produk Supreme di New York, AS, Rabu (25/9/2019). - Bloomberg/Demetrius Freeman\\r\\n
Premium

JP Morgan Malah Dorong Akumulasi Dua Emiten Ritel Kala PSBB Ketat

13 Januari 2021 | 13:00 WIB
Dua emiten peritel mendapatkan rekomendasi overweight dari J.P. Morgan di tengah penerapan pembatasan sosial ketat pada 11 Januari 2021—25 Januari 2021.

Bisnis.com, JAKARTA — J.P. Morgan mendorong investor memanfaatkan momentum pembatasan sosial berskala besar (PSBB) ketat awal Januari 2021 untuk mengakumulasi kepemilikan saham di dua emiten peritel pilihan.

Tim Analis J.P. Morgan yang beranggotakan Benny Kurniawan, Henry Wibowo, dan Jeanette Yutan memberikan pandangan terkait sektor ritel di tengah keputusan pemerintah untuk memperketat pembatasan sosial wilayah Jawa dan Bali mulai 11 Januari 2021 hingga 25 Januari 2021.

J.P. Morgan menggarisbawahi beberapa langkah yang ditempuh pemerintah. Salah satunya dengan membatasi jam operasional mal hingga pukul 19:00 WIB dari sebelumnya pukul 20:00 pada hari kerja dan pukul 21:00 saat akhir pekan.

Selanjutnya, restoran masih diperbolehkan membuka layanan makan di tempat atau dine in. Akan tetapi, kapasitas dikurangi menjadi 25 persen dari sebelumnya 50 persen.

Di tengah kondisi itu, Tim Analis J.P. Morgan menilai pengetatan pembatasan sosial berdampak minim terhadap pertumbuhan peritel pada kuartal I/2021. Kendati demikian, tekanan harga saham diprediksi akan dialami oleh emiten ritel.

“Kami akan mendorong investor untuk menggunakan kesempatan ini untuk mengakumulasi nama-nama berkualitas seperti PT Ace Hardware Indonesia Tbk. [ACES] dan PT Mitra Adiperkasa Tbk. [MAPI] untuk kepemilikan jangka panjang,” tulis Tim Analis J.P. Morgan dalam riset yang dikutip, Rabu (13/1/2021).

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 8 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top