Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group
Seorang anggota TNI berdiri di dekat deretan truk tangki sebelum melakukan pendistribusian BBM di Integrated Terminal Balongan, Indramayu, Jawa Barat, Senin (6/7/2020). - ANTARA FOTO/Dedhez Anggara
Premium

Ahok dan Konflik Pertamina dengan Perusahaan Mozambik

11 Januari 2021 | 20:52 WIB
PT Pertamina (Persero) terjerat masalah baru terkait dengan kontrak jual-beli dengan perusahaan gas alam cair (LNG) asal Mozambik, Anadarko Petroleum Corporation. Komisaris Utama Pertamina Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok pun mengetahui persoalan itu.

Bisnis.com, JAKARTA – PT Pertamina (Persero) tengah mengalami persoalan baru di awal tahun. Perusahaan energi pelat merah itu disebut tak mematuhi komitmen jual-beli dengan perusahaan gas alam cair (LNG) asal Mozambik.

Adapun, perusahaan tersebut adalah Anadarko Petroleum Corporation. Pertamina dalam komitmen jual-beli yang dilakukan pada Februari 2020, disebutkan siap membeli LNG dari Mozambik LNG1 Company Pte Ltd yang merupakan entitas penjualan bersama yang dimiliki dari Mozambik Area 1 co-venturer, anak usaha Anadarko.

Sementara itu, volume kesepakatan antara Pertamina dan Anadarko tersebut berupa perjanjian jual-beli untuk 1 juta ton per tahun (mtpa) LNG dengan jangka waktu 20 tahun, mulai 2024.

Berdasarkan informasi yang dihimpun oleh Bisnis, pembelian gas ini rencananya digunakan untuk kebutuhan domestik, yang mayoritas digunakan untuk listrik dan Refinery Development Master Plan (RDMP).

Kasus ini pun mendapatkan respons dari Komisaris Utama Pertamina Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.  

Dia menjelaskan bahwa pihak dewan komisaris Pertamina mengetahui permasalahan tersebut sejak tahun lalu. Menurutnya hal itu diketahui setelah jajaran dewan komisaris mempertanyakan persoalan itu dalam rapat, setelah adanya temuan dari sisi keuangan.

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 8 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top